Dunia berkuda menawarkan dua gaya utama yang sangat populer, yaitu Western dan Inggris.
Meskipun keduanya memiliki prinsip dasar yang serupa dalam hal keseimbangan, cara interaksi antara penunggang dan kuda memiliki perbedaan yang signifikan.
Memilih di antara keduanya sering kali bergantung pada tujuan akhir, apakah untuk rekreasi santai atau kompetisi atletik yang presisi.
Gaya Western berakar kuat dari tradisi para penggembala ternak dan pekerja peternakan di Amerika Serikat.
Pelana Western dirancang besar dan kokoh dengan adanya tanduk di bagian depan yang berfungsi untuk melilitkan tali atau sekadar pegangan.
Mengutip laman Trinity River Farm, gaya ini sangat menonjol dalam disiplin kerja lapangan serta ajang ketangkasan cepat seperti rodeo dan balap barel yang sangat ikonik.
Keuntungan utama dari gaya Western adalah stabilitasnya yang tinggi berkat ukuran pelana yang lebar dan empuk.
Berat badan penunggang terdistribusi secara merata di punggung kuda, sehingga sangat nyaman untuk perjalanan jauh di alam terbuka.
Selain itu, bagi pemula, gaya ini dianggap lebih mudah dipelajari karena posisi duduk yang lebih dalam memberikan rasa aman yang lebih besar saat kuda bergerak.
Namun, gaya Western juga memiliki kekurangan, terutama pada bobot perlengkapannya yang cenderung berat.
Mengangkat pelana Western yang tebal ke punggung kuda bisa menjadi tantangan tersendiri bagi beberapa orang.
Selain itu, karena postur kuda Western yang cenderung menunduk, penunggang mungkin akan merasa sedikit kesulitan saat mencoba melakukan manuver yang memerlukan kontrol.
Di sisi lain, gaya Inggris berasal dari tradisi Eropa yang lebih formal dan teknis.
Pelananya jauh lebih kecil dan tipis, hal tersebut dirancang agar penunggang bisa duduk sedekat mungkin dengan punggung kuda.
Kontak yang erat ini memungkinkan komunikasi yang lebih halus melalui kaki dan posisi duduk, sehingga kuda dapat merespons perintah dengan sangat akurat.
Kelebihan gaya Inggris terletak pada fleksibilitas dan bobotnya yang ringan sehingga mudah untuk dipasang.
Gaya ini menjadi standar emas dalam disiplin bergengsi seperti dressage, show Jumping, dan eventing yang memerlukan presisi tinggi.
Berkuda gaya Inggris juga melatih fokus karena penunggang harus terus menjaga postur tubuh tetap tegak dan terkendali sepanjang waktu sesi latihan.
Meskipun elegan, gaya Inggris menuntut fisik yang lebih prima karena adanya teknik posting atau bangkit dari pelana saat kuda berlari kecil (trot).
Hal ini bisa sangat melelahkan bagi mereka yang tidak terbiasa dengan intensitas fisik tersebut.
Selain itu, dengan jumlah perlengkapan yang lebih mendetail, proses persiapan sebelum menunggangi kuda biasanya memakan waktu sedikit lebih lama dibandingkan dengan gaya Western yang lebih praktis.











