”Bagi saya pribadi, hal yang paling penting dari setiap pertandingan dan prestasi yang diraih adalah pengalaman serta proses belajarnya,”
Dunia olahraga berkuda equestrian Indonesia terus melahirkan talenta-talenta berbakat yang berkomitmen tinggi. Salah satunya adalah Cacu Cantiwa, atlet berusia 28 tahun yang kini bernaung di bawah bendera Arthayasa Stable.
Bagi rekan-rekan di lingkungannya, atlet yang akrab disapa Cacu ini dikenal sebagai sosok yang gigih dan menaruh hormat yang besar pada proses belajar.
Kiprah Cacu di kancah berkuda nasional sudah tidak diragukan lagi. Ia telah membawa pulang berbagai penghargaan, termasuk menorehkan prestasi gemilang dengan meraih medali perak pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 lalu. Kendati demikian, bagi Cacu, medali bukanlah segalanya.
”Bagi saya pribadi, hal yang paling penting dari setiap pertandingan dan prestasi yang diraih adalah pengalaman serta proses belajarnya,” ungkapnya kepada Berkudanews.com, Rabu (3/6/2026).
Cacu bercerita, dedikasinya terhadap olahraga berkuda ini tumbuh murni dari keinginan dan kecintaan pribadinya sejak kecil. Masa kanak-kanak yang kerap dihabiskan untuk bermain bersama kuda selepas pulang sekolah, lambat laun mengubah hobi tersebut menjadi cita-cita nyata.
Menurutnya, setiap sesi latihan selalu menghadirkan tantangan dan pembelajaran baru yang mendebarkan.
Tentu saja, langkah Cacu hingga mencapai titik ini tidak lepas dari dukungan penuh lingkungan sekitar.
Ia menegaskan bahwa peran keluarga, sahabat, pelatih, pihak klub, serta orang-orang terdekat menjadi pilar penting yang menyokong keberlanjutan kariernya hingga saat ini.
Ketika ditanya kenapa dirinya begitu setia pada cabang Equestrian, Cacu menjelaskan bahwa olahraga ini memiliki keunikan tersendiri yang tidak ditemukan di cabang olahraga lain.
”Di equestrian, bukan hanya kemampuan atlet yang krusial, melainkan juga rasa hormat (respect), kerja sama tim, rasa percaya diri, dan keselarasan (chemistry) antara atlet dengan kudanya. Hal itulah yang membuat olahraga ini sangat menarik dan spesial bagi saya,” tuturnya.
Memasuki tahun 2026, Cacu telah menetapkan target baru yang matang. Di usianya yang kini menginjak 28 tahun, ia bertekad untuk terus mengasah kemampuan (skill), memperkaya pengalaman bertanding, serta meningkatkan konsistensi dalam berlatih demi mempersembahkan hasil terbaik di setiap kesempatan.
Melalui momentum ini, Cacu juga menyuarakan harapannya demi kemajuan olahraga berkuda di tanah air.
Ia juga berharap, industri berkuda Indonesia dapat semakin maju, dikenal luas oleh masyarakat, serta didukung oleh fasilitas dan sistem pembinaan yang jauh lebih baik.
Dengan demikian, para atlet muda Indonesia memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berkembang dan bersinar di masa depan.
“Harapan saya mungkin semoga equestrian di Indonesia bisa makin maju, makin dikenal banyak orang, fasilitas dan pembinaannya juga semakin baik dan adik, jadi atlet-atlet muda punya kesempatan berkembang lebih besar lagi untuk kedepanya,” imbuhnya.








