“Bismillah, sekarang kondisi kita kemungkinan mau berangkatin 4-5 kuda,”
Blue Blood Stable berusaha mengejar podium pertama mereka di kejuaraan pacuan kuda Indonesia, Indonesia’s Horse Racing (IHR). Rencananya pada IHR Piala Paku Alam 2026, Minggu (14/6/2026), akan menurunkan beberapa kuda di berbagai kelas untuk meraih juara pertama itu.
Sekitar 2 minggu sebelum pacuan di Gelanggang Pacu Sultan Agung, Bantul, DI Yogyakarta itu, mereka mempersiapkan sampai lima ekor kuda untuk untuk turun ke lintasan pacu.
“Bismillah, sekarang kondisi kita kemungkinan mau berangkatin 4-5 kuda,” tutur Pengurus Blue Blood Stable, Andi Walli dilansir dari Sarga.co, Kamis (4/6/2026).
Sebelumnya, Kuda bernama Duke BB menghadirkan kejutan dan menjadi tantangan tersendiri bagi Princess Gavi di Indonesia’s Horse Racing (IHR) Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026.
Bersama dengan Joki Marcel Singal, Duke BB membayangi Princess Gavi di balapan jarak 1.800 meter lomba. Catatan finis 2 menit 10,7 detik berhasil membawa dia ke podium 3.
Hal ini menjadi prestasi yang cukup memuaskan, mengingat kuda tersebut baru pindah bendera ke Blue Blood kurang dari satu bulan.
Pengelola Blue Blood Stable, Andi Walli mengatakan, pihaknya langsung melakukan evaluasi dan siap menantang lagi Princess Gavi di Kelas terbuka 2.000 meter.
“Bismillah Piala Paku Alam bulan depan Blue Blood buat kejutan ke Princess Gavi,” singkatnya dikutip Rabu (27/5/2026).
Andi berkata,Duke BB akan mendapat arahan dari pelatih baru, mereka meyakini sang pelatih baru punya formula yang tepat untuk unggul atas kuda-kuda King Halim Stable.
“Duke BB lagi dipersiapkan saat ini dengan pelatih yang sama mengalahkan Maxi of Khalim kemarin, sama Om ‘Sinyo’,”tutur Andi.
Andi juga menyampaikan, bukan cuman demi prestasi mereka, ia juga ingin mematahkan kemenangan Princess Gavi, biar tak mendapatkan piala berturut-turut.
Meski begitu, tantangan waktu persiapan yang mepet membuat semua proses harus berjalan dengan efisien, sehingga Duke BB bisa siap menjadi penantang serius di Kelas Terbuka 2.000 meter.








