Melatih kuda untuk disiplin memanah berkuda atau Horseback Archery bukanlah perkara mudah dibutuhkan teknik khusus yang berbeda dari berkuda biasa.
Selain harus lari dengan stabil, kuda harus dilatih agar tidak takut terhadap suara busur, gerakan pemanah, hingga desingan anak panah yang dilepaskan.
Dikutip dari laman British Horseback Archery Association, ada beberapa tahap yang harus dilakukan, pelatihan ini disebut desensitisasi atau pembiasaan kuda terhadap berbagai rangsangan baru.
Tahap awal dimulai dengan memperkenalkan kuda pada peralatan memanah secara perlahan.
Kuda pada dasarnya adalah hewan yang mudah terkejut, sehingga suara gesekan anak panah atau kibasan busur bisa dianggap sebagai ancaman.
Pelatih biasanya akan membiarkan kuda mengendus busur dan anak panah dalam kondisi diam agar hewan tersebut merasa akrab dan menyadari bahwa benda-benda tersebut tidak berbahaya bagi mereka.
Setelah kuda merasa nyaman dengan keberadaan peralatan, latihan berlanjut pada tahap pengenalan suara.
Suara denting anak panah yang beradu di dalam tempatnya (quiver) seringkali membuat kuda merasa gelisah karena posisinya berada tepat di punggung atau pinggang pengendara.
Pelatih akan menggoyangkan kantong anak panah di dekat kuda sambil memberikan imbalan berupa makanan agar kuda mengasosiasikan suara berisik tersebut dengan pengalaman yang positif.
Gerakan pemanah di atas punggung kuda juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses pelatihan.

Kuda harus dibiasakan dengan gerakan tangan pemanah yang bergerak bebas tanpa memegang kendali tali kendali.
Hal ini dilakukan dengan cara melatih kuda merespons instruksi hanya melalui tekanan kaki dan keseimbangan tubuh pengendara.
Kuda yang terlatih dengan baik akan tetap berlari lurus di lintasannya meskipun penunggang fokus membidik sasaran.
Aspek visual juga sangat penting diperhatikan. Kuda perlu dibiasakan melihat anak panah yang melesat dari sudut matanya.
Pelatih biasanya akan melepaskan anak panah ke arah sasaran saat kuda berada di dekatnya, namun tetap menjaga jarak aman.
Jika kuda tidak menunjukkan reaksi panik, maka intensitas latihan akan ditingkatkan hingga kuda benar-benar tenang saat anak panah meluncur tepat di atas kepalanya.
Selain aspek teknis, ikatan atau bonding antara kuda dan penunggangnya memegang peranan yang sangat vital.
Kuda yang percaya pada pengendaranya akan jauh lebih mudah untuk ditenangkan ketika menghadapi situasi baru di lapangan.
Pelatihan ini tidak bisa dilakukan secara instan dan membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga kuda benar-benar siap untuk dibawa ke kompetisi resmi atau sekadar latihan memanah yang intens.
Secara keseluruhan, kunci sukses dalam melatih kuda untuk memanah berkuda adalah konsistensi dan pendekatan yang lembut.
Dengan metode Desensitisasi yang tepat, kuda tidak hanya menjadi sekadar alat transportasi, tetapi menjadi rekan yang tangguh dan fokus.









