Sejarah olahraga pacuan kuda di Indonesia mencatat sebuah pencapaian monumental pada perhelatan musim balap tahun 1978.
Mengutip unggahan di akun Instagram @aruiito_ serta, berbagai literatur sejarah, seekor kuda pejantan legendaris bernama Mystere, atau yang lebih akrab disapa Mister Rey, sukses mencetak sejarah sebagai peraih gelar perdana Triple Crown Indonesia.
Berdasarkan catatan silsilah keturunannya, kuda pacu tangguh yang diklasifikasikan masuk dalam trah Generasi 1 (G1) ini lahir pada tanggal 26 November 1974.
Mister Rey merupakan bibit unggul yang lahir dari hasil persilangan antara seekor kuda pejantan bernama Rico Rio dengan seekor indukan bernama Saptadewi.
Menurut data sejarah yang dihimpun dari buku tentang “Kuda” karya Oetari Soehardjono atau yang sering disebut dengan ibu kuda pacu Indonesia (KPI) dan catatan Staf Pamulang Stable, perjalanan bersejarah Rey dimulai saat memenangi ajang Indonesia Derby.
Balapan tersebut digelar pada 21 Mei 1978, di mana Rey yang berlaga dari gate nomor tiga sukses mengklaim juara pada jarak 1.400 meter dengan rekor waktu 1 menit 36,4 detik.
Dominasi sang kuda pejantan terus berlanjut pada bulan berikutnya saat turun di ajang Piala Pordasi yang menjadi agenda Triple Crown Seri 2.
Pada balapan dengan jarak lintasan 1.200 meter tersebut, Mister Rey kembali menunjukkan kecepatannya dengan mengamankan posisi pertama lewat catatan waktu 1 menit 21,5 detik.
Dengan modal dua mahkota di tangan, Rey kembali dipacu pada seri penentu, yakni Piala Pordasi Kejurnas XII Seri 3 yang berjarak 1.600 meter.
Ia sukses menyapu bersih seluruh rangkaian tersebut dengan kemenangan mutlak, bahkan mendominasi lintasan dengan meninggalkan para pesaingnya sejauh selisih sembilan panjang kuda.
Kemenangan sempurna Mister Rey ini sekaligus memecahkan kebuntuan gelar pamungkas yang selalu gagal diraih oleh kuda-kuda pendahulunya.
Mengutip catatan dari pengamat sejarah pacuan di platform X (dulunya Twitter) akun @byenjee, dua kuda tangguh sebelumnya, yakni Cempaka pada 1976 dan Batu Kartika pada 1977, diketahui terpaksa menelan kekalahan saat berlaga di seri ketiga.
Selain memiliki rekor kecepatan yang mumpuni, Rey juga dikenal luas memiliki postur tubuh ideal sebagai kuda pacu.
Dari sumber yang sama disebutkan juga bahwa sebelum berlaga di ajang Derby, kuda ini dikabarkan telah dikawinkan dengan banyak betina, meskipun tidak ada data terperinci apakah keturunannya kemudian menjadi kuda pacu atau kuda Rquestrian.
Terlepas dari pencapaian gemilangnya di tahun 1978, kelengkapan rekam jejak Mister Rey di luar musim balap tersebut masih sangat minim.
Hingga kini tidak ada informasi spesifik yang mencatat berapa banyak total kompetisi yang diikutinya selain pada balapan perdananya di tahun 1977 dan seluruh seri pamungkas Triple Crown 1978.








