Kesehatan gigi seringkali menjadi aspek yang terabaikan dalam perawatan kuda, padahal perannya sangat krusial bagi kesejahteraan hewan tersebut.
Menukil unggahan Instagram pordasi.id, praktik pengikiran gigi atau teeth rasping bukan sekadar estetika, melainkan kebutuhan medis yang mendasar.
Gigi Hypsodont
Menurut drh. Wahyu Peni, kuda memiliki tipe gigi yang disebut Hypsodont.
Hypsodont adalah jenis gigi yang terus tumbuh secara bertahap sepanjang hidup kuda untuk menggantikan bagian gigi yang terkikis akibat aktivitas mengunyah yang konstan.
Masalah gigi pada kuda modern biasanya dipicu oleh perubahan pola makan.
Secara alami, kuda adalah hewan penggembala yang mengunyah rumput segar dalam waktu lama.
Namun, kuda saat ini lebih sering diberi pakan berupa pelet, dedak, maupun jerami.
Tekstur pakan konsentrat ini tidak memberikan tingkat pengikisan gigi yang merata seperti saat mengunyah rumput di alam liar.
Akibatnya, pola aus gigi menjadi tidak sempurna dan memicu munculnya berbagai masalah.
Anatomi Gigi
Gigi kuda terdiri dari beberapa bagian utama yang bekerja secara sinergis:
- Insisivus (Gigi Seri): Berfungsi untuk memotong rumput.
- Premolar & Molar (Gigi Geraham): Berfungsi untuk menggiling pakan hingga halus sebelum ditelan.
Salah satu masalah utama yang muncul adalah Sharp Point.
Ini adalah kondisi di mana tepi gigi geraham menjadi sangat tajam karena proses pengikisan yang tidak merata.
Sharp Point yang tajam dapat melukai pipi bagian dalam dan lidah kuda, menyebabkan rasa sakit yang luar biasa saat mengunyah.
Munculnya Sharp Point juga membuat kuda sulit dipasangi Bit (besi kendali yang diletakkan di mulut kuda untuk mengarahkan arah dan kecepatan).

Jika gigi tajam, tekanan dari bit akan menghimpit pipi ke arah gigi yang runcing, membuat kuda bereaksi negatif atau tidak patuh karena kesakitan.
Oleh karena itu, pengikiran gigi secara rutin diperlukan untuk meratakan kembali bagian-bagian yang tajam tersebut.
Prosedur pengikiran juga harus mengedepankan keamanan dan kenyamanan, oleh sebab itu drh. Wahyu Peni menekankan pentingnya penggunaan sedasi atau obat penenang.
Tujuan pemberian sedasi yakni agar dokter hewan dapat bekerja dengan lebih teliti, aman, dan mudah menjangkau bagian mulut terdalam.
Selain itu, kuda tentu merasa lebih nyaman, tidak stres, dan terhindar dari risiko cedera akibat gerakan mendadak selama prosedur berlangsung.
Risiko Kolik
Gigi yang tidak sehat berdampak langsung pada sistem pencernaan. Perlu diingat bahwa kuda memiliki lambung yang relatif kecil namun memiliki saluran usus yang sangat panjang.
Agar nutrisi terserap optimal dan sistem pencernaan lancar, pakan harus dikunyah hingga benar-benar halus.
Jika kuda gagal mengunyah dengan benar karena giginya sakit atau tajam, pecahan makanan yang besar akan sulit dicerna dan dapat memicu terjadinya Kolik (nyeri perut hebat).
Dengan melakukan pengikiran gigi secara rutin, pemilik kuda tidak hanya menjaga kenyamanan mulut hewan kesayangannya, tetapi juga melakukan langkah preventif terhadap penyakit yang berbahaya.










