Sebuah perhelatan akbar bertajuk “Indonesia – Pakistan Friendship 2026” resmi diumumkan, menempatkan olahraga memanah berkuda (horseback archery) sebagai jembatan diplomasi budaya yang unik bagi kedua negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia ini.
Dikutip dari Instagram resmi International Horseback Archery Alliance (IHAA), acara yang sangat dinantikan ini dijadwalkan akan berlangsung pada 24 hingga 26 April 2026 mendatang.
Pakistan terpilih menjadi tuan rumah yang disetujui IHAA di wilayah tersebut.
Penyelenggaraan ini menandai tonggak sejarah baru bagi perkembangan olahraga memanah berkuda di Asia Selatan dan Asia Tenggara.
Lokasi pertandingan akan dipusatkan di Sekolah Chand Bagh, tepatnya di lahan berkuda Sheikhupura, Lahore.
Arena ini dipilih karena fasilitasnya yang mumpuni untuk menampung atlet-atlet papan atas dari kedua negara.
Lokasi tersebut akan menjadi saksi bisu pertemuan antara ketangkasan penunggang kuda Indonesia dan kemahiran memanah para ksatria Pakistan dalam satu sirkuit kompetisi yang kompetitif namun bersahabat.
Bagi para peserta, tantangan yang dihadapi tidaklah mudah karena mereka akan bertanding di tiga kategori trek yang menguji berbagai aspek kemampuan.
Trek tersebut meliputi Raid 235, Tower 110 (Menara 110), dan Hunt Track (Trek Berburu).
Ketiga kategori ini menuntut kombinasi antara kecepatan kuda yang stabil, ketepatan membidik sasaran, serta konsentrasi tingkat tinggi di bawah tekanan waktu.
Sebelum kompetisi resmi dimulai, rangkaian acara akan dibuka dengan sesi pelatihan bersama pada tanggal 21-23 April bersama Wening Academy.
Program pra-kompetisi ini bertujuan agar para atlet dari Indonesia dan Pakistan dapat bertukar teknik, menyamakan persepsi mengenai aturan keselamatan, serta membangun kemistri yang kuat sebelum mereka bersaing secara sehat di arena pertandingan.











