Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) Komisi Berkuda Memanah secara resmi mengirimkan delegasinya ke Malaysia.
Menukil unggahan akun Instagram resmi Pordasi Berkuda Memanah Pusat, langkah strategis ini diambil guna mengikuti program pelatihan bertajuk ‘O’ Level Course yang akan berlangsung pada 14 hingga 18 April 2026.
Berdasarkan keterangan dalam unggahan tersebut, pemusatan pelatihan internasional ini digelar di fasilitas Malaysian Armed Forces Equestrian Center (MAFEC).
Kegiatan yang bertempat di wilayah Negeri Sembilan, Malaysia, ini memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan federasi.
Selama lima hari pelaksanaan, para pengurus yang menjadi perwakilan Indonesia akan menerima pembekalan materi Equestrian yang komprehensif.
Fokus pembelajaran tersebut mencakup teori keahlian menunggang, perawatan kuda, pemahaman perlengkapan pelana, kesehatan hewan, hingga manajemen pakan.
Terselenggaranya program peningkatan kapasitas ini merupakan hasil kerja sama equestrian lintas negara yang cukup erat.
Pihak Pordasi menyebutkan bahwa kegiatan ini turut didukung penuh oleh Majelis Ekuin Malaysia, Lembaga Totalisator Malaysia, serta As-Sibaq Horseback Archers Association of Malaysia.
Pengiriman delegasi pengurus ke Negeri Jiran ini dinilai sebagai langkah nyata federasi dalam mematangkan standar pembinaan olahraga berkuda.
Ilmu dan teori dasar yang diperoleh dari pelatihan tersebut diproyeksikan untuk segera diaplikasikan ke dalam kurikulum kepelatihan di Tanah Air.
Dengan standar pengetahuan equestrian yang diakui secara regional, para pengurus diharapkan mampu merumuskan sistem manajerial dan pelatihan yang lebih aman serta terarah.
Hal ini sangat krusial untuk mendongkrak tingkat profesionalisme para pelaku olahraga panahan berkuda tingkat Nasional.
Pihak Indonesian Horseback Archery Federation (IHAF) menaruh harapan besar agar inisiatif bertaraf internasional ini membawa dampak positif jangka panjang.
Peningkatan kualitas tenaga pengurus ini diyakini akan bermuara pada terbangunnya ekosistem olahraga panahan berkuda yang lebih kompeten di Indonesia.








