Dunia olahraga panahan berkuda (horseback archery) Indonesia kembali menorehkan catatan positif.
Atlet muda berbakat, Muhammad Ata Arsyad, secara resmi terpilih untuk mewakili Indonesia dalam ajang kejuaraan internasional bergengsi, Conquest Cup 2026 (Fetih Kupasi), yang akan digelar di Instanbul Turki, pada 3-7 Juni 2026 mendatang.
Kepastian tersebut didapat setelah Ata berhasil keluar sebagai Juara 1 Kategori Ground Archery U-19 dalam ajang Liga Memanah Berkuda Indonesia (LMBI) Series 3 Final Stage.
Kompetisi tingkat nasional tersebut sukses digelar di MQ Equestrian, Bandung, Jawa Barat pada November 2025.
Kemenangan ini tidak hanya membuahkan medali emas bagi Ata, tetapi juga mengukuhkan statusnya sebagai atlet yang direkomendasikan secara nasional.
Keberangkatannya ke Turki nanti mendapat dukungan penuh dari Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP PORDASI).
Melalui unggahan akun Instagram resminya, LMBI Indonesia menyampaikan rasa syukur dan meminta dukungan penuh dari masyarakat luas.
“Mohon doa dan dukungannya untuk ananda Muhammad Ata Arsyad menuju Fetih Kupasi bersama LMBI,” kata LMBI.
Pihak penyelenggara menegaskan bahwa terpilihnya Ata merupakan hasil seleksi ketat yang diakui secara kelembagaan.
“Ini adalah hasil seleksi Liga Memanah Berkuda Indonesia dan didukung oleh PP PORDASI Pusat sebagai atlet resmi nasional yang akan mengharumkan nama bangsa di Turki, insyaallah,” sambung pihak LMBI.
Dukungan untuk Ata mengalir deras dari berbagai pihak, terutama dari jajaran pengurus PORDASI.
Sinergi antara LMBI dan PORDASI dinilai menjadi kunci penting dalam memuluskan langkah atlet muda ini menuju panggung dunia.
Dalam kesempatan yang sama, apresiasi khusus juga ditujukan kepada para petinggi organisasi.
“Terima kasih kepada Ketua Harian PP PORDASI Pusat dan Ketua Komisi HBA & Tent Pegging PORDASI Pusat atas dukungannya,” pungkas LMBI.
Menariknya, pembinaan atlet ini tidak hanya berhenti pada pemberian gelar atau trofi semata.
PORDASI menunjukkan langkah nyata dalam mendukung keberlanjutan karier atlet muda melalui bantuan material yang konkret.
Dengan dukungan moril dan materil yang kuat, Muhammad Ata Arsyad kini tengah mematangkan persiapannya.
Ia diharapkan mampu tampil maksimal, bersaing dengan pemanah dari berbagai negara, dan membawa pulang prestasi membanggakan.










