“Menjadi inspirasi bagi perempuan muda bahwa profesi dan passion bisa berjalan bersama tanpa harus memilih salah satunya,”
Perjalanan Akmal Oktavia Hedralita di dunia olahraga berkuda equestrian menjadi bukti bahwa keberanian dan ketekunan mampu membuka jalan menuju prestasi.
Perempuan berusia 26 tahun asal Banjarmasin ini mulai mengenal olahraga equestrian sejak Agustus 2023.
Kiprah kompetisinya dimulai pada tahun 2025 lewat ajang Surabaya Jumping Master untuk kelas show jumping 50 cm dan 60 cm. Keberaniannya melompat lebih tinggi berlanjut pada tahun 2026 dalam ajang Agis Competition di Trawas, Mojokerto.
Turun di tiga kelas sekaligus (50 cm, 60 cm, dan 70 cm), Akmal sukses meraih posisi Juara 5. Pencapaian ini terbilang luar biasa mengingat persiapan yang dilakukannya sangat singkat.
Di balik aktivitasnya di arena jumping, Akmal memiliki tanggung jawab mulia sebagai seorang bidan yang kini sedang menyelesaikan pendidikan profesinya. Membagi waktu antara dunia kesehatan dan olahraga bukan menjadi halangan baginya.
Akmal ingin membuktikan kepada perempuan muda di luar sana bahwa karier profesional dan passion bisa berjalan berdampingan tanpa harus mengorbankan salah satunya.
“Menjadi inspirasi bagi perempuan muda bahwa profesi dan passion bisa berjalan bersama tanpa harus memilih salah satunya,” katanya kepada Berkudanews.
Sebagai perintis dari Kalimantan Selatan, Akmal menaruh perhatian besar pada perkembangan olahraga berkuda di daerah.
Terbatasnya fasilitas dan ajang kompetisi di luar Pulau Jawa membuat atlet daerah seperti dirinya rata-rata hanya bisa mengikuti perlombaan satu kali dalam setahun.
Ia berharap kejuaraan equestrian di Indonesia ke depannya tidak hanya terpusat di kota-kota besar atau klub tertentu, melainkan semakin merata ke berbagai daerah.
Dengan ajang yang lebih terjangkau, atlet-atlet muda potensial dari daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Lebih dari itu, Akmal menyimpan harapan agar jejaknya mampu memotivasi lebih banyak perempuan, khususnya dari Kalimantan, untuk berani terjun sebagai atlet berkuda di kategori show jumping maupun dressage.
“Harapan untuk indonesia kompetisi semakin banyak dan merata, semoga kejuaraan tidak hanya terpusat di kota atau klub tertentu, tetapi semakin banyak di berbagai daerah. Dengan begitu, atlet muda dari daerah juga punya kesempatan untuk berkembang, karna dari kalimantan ini hanya bisa satu tahun sekali untuk mengikuti perlombaan,” katanya.
Kebetulan aku yg pertama mewakili kalsel satu satu nya atlet perempuan dari kalsel, harapannya juga semoga makin banyak perempuan di luar sana khusus nya yang dari kalimantan menjadi atlet berkuda khusus nya di dunia equestrian show jumping maupun dressage,” tutupnya.






