Gelora debu lintasan dan derap kencang kuda-kuda pacu terbaik tanah air akhirnya menemukan juaranya. Kontingen pacuan kuda Sulawesi Utara (Sulut) tampil begitu meyakinkan dan sukses mengukir sejarah manis dengan memboyong trofi bergengsi, Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia, dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh PP PORDASI.
Piala bergilir tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum PP PORDASI, Aryo PS Djojohadikusumio, kepada kontingen Sulut di sela-sela kemeriahan Indonesia’s Horse Racing (IHR) Kejurnas Pacuan Kuda PORDASI Seri II 2026.
Perhelatan akbar ini berlangsung meriah di Lapangan Pacuan Kuda Maesa, Tompaso, Sulawesi Utara, pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Kemenangan Sulut tahun ini diraih berkat penampilan yang sangat konsisten dari dua seri Kejurnas 2026 yang dihelat PP PORDASI bersama SARGA.CO.
Dari akumulasi poin keseluruhan, kontingen Sulut berdiri kokoh di puncak klasemen dengan raihan fantastis 149 poin, meninggalkan jauh para pesaingnya di barisan belakang.
Berdasarkan data resmi Dewan Steward yang diketuai H Katompo dan Hakim Pacuan Recky Tewu, pundi-pundi poin Sulut melonjak tajam berkat performa gemilang kuda-kuda perwakilan mereka di Tompaso. Di seri penutup ini, mereka berhasil mengumpulkan total 91 poin dari seluruh kelas pertandingan.
Angka tersebut merupakan penyempurna dari penampilan apik mereka sebelumnya di Kejurnas Seri I yang dihelat di Lapangan Pacuan Kuda Legok Jawa, Pangandaran, Jawa Barat, di mana mereka kala itu mengoleksi 58 poin.
Sementara itu, persaingan ketat terjadi di posisi kedua. Kontingen Jawa Barat (Jabar) harus puas berada di peringkat runner-up dengan mengumpulkan total 44,5 poin (36,5 poin dari Seri I dan tambahan 8 poin di Seri II).
Menyusul di tempat ketiga dan keempat ada kontingen Papua Selatan dengan 39,5 poin serta Jawa Tengah dengan 33,5 poin.
Adapun kejutan terjadi pada peraih Piala Bergilir Presiden RI tahun lalu, kontingen Daerah Khusus Jakarta, yang kali ini harus rela melorot tajam ke posisi kelima dengan mengoleksi 24 poin.
Rangkaian Kejurnas Seri II di Tompaso sendiri memegang peranan krusial dalam kalender pacuan kuda nasional. Mempertandingkan total 16 kelas yang terdiri dari 10 kelas Pacuan Utama dan 6 kelas pacuan tambahan. Ajang ini menjadi medan pertempuran bergengsi bagi kuda-kuda ukuran terbaik Indonesia.
Daya tarik perlombaan kian memuncak dengan total hadiah yang menggiurkan. Pada kelompok Pacuan Utama, hadiah utama mencapai Rp90 juta untuk Kelas A Terbuka 2,200 meter dan Kelas A Sprint 1,300 meter. Sementara itu, Kelas B menawarkan hadiah Rp70 juta, Kelas C Rp50 juta, dan Kelas D Rp40 juta.
Bagi para stable dan kontingen yang berlaga, perjalanan menuju Tompaso bukan sekadar balapan akhir pekan biasa. Setiap detik di lintasan dan setiap poin di garis finis menjadi penentu nasib dalam perebutan gelar Juara Umum Kontingen.
Pada akhirnya, ketangguhan kuda-kuda asal Sulawesi Utara berhasil menutup musim kompetisi tahun ini dengan senyum paling sumringah di tanah Minahasa.







