”Persiapannya cuma tiga minggu dan mendadak. Boleh dibilang ikut perlombaannya modal nekat saja,”
Dunia olahraga ketangkasan berkuda kini tidak hanya diisi oleh atlet profesional yang berlatih sejak kecil.
Akmal Oktavia Hedralita, seorang rider perempuan berusia 26 tahun asal Banjarmasin, membuktikan bahwa ketekunan dan keberanian bisa membawa seseorang berdiri di podium juara.
Perjalanan Akmal di dunia equestrian terbilang baru. Perempuan yang akrab disapa Akmal ini baru mulai mengenal olahraga berkuda pada pertengahan tahun 2023.
Berada di bawah naungan Johnhouse Stable, ia memberanikan diri terjun ke ajang kompetisi pertamanya pada tahun 2025 dalam ajang Surabaya Jumping Master untuk kelas show jumping 50 cm dan 60 cm.
Keberaniannya melompat ke tingkat berikutnya berlanjut pada tahun 2026 di ajang Agis Competition yang digelar di Trawas, Mojokerto.
Di kompetisi keduanya ini, Akmal turun di tiga kelas sekaligus, yaitu 50 cm, 60 cm, dan 70 cm. Momen ini menjadi sangat berkesan karena ia berhasil menyabet posisi Juara 5 meski persiapan yang dilakukan tergolong sangat singkat.
”Persiapannya cuma tiga minggu dan mendadak. Boleh dibilang ikut perlombaannya modal nekat saja,” ujar Akmal kepada Berkudanews.
Di balik prestasinya di atas pelana, Akmal memiliki kehidupan lain yang tak kalah menginspirasi.
Saat ini, ia berprofesi sebagai seorang bidan dan tengah menyelesaikan jenjang pendidikan profesinya. Bagi Akmal, membagi waktu antara dunia kesehatan dan olahraga ekstrem ini bukan sebuah halangan, melainkan kombinasi dua impian besar.
Ia ingin mematahkan anggapan bahwa perempuan harus mengorbankan salah satu passion ketika sudah memilih karier profesional.
Melalui perjalanannya, Akmal berharap bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda bahwa profesi dan hobi bisa berjalan selaras tanpa harus mengorbankan salah satunya.
Untuk saat ini, Akmal memilih fokus menyelesaikan kuliah profesi bidannya terlebih dahulu sebelum mematok target kompetisi berikutnya.
Namun, ia berharap di tahun depan bisa kembali turun ke lapangan dengan persiapan dan latihan yang jauh lebih maksimal.
“Semoga ada rezeki di tahun depan aku bisa mengikuti perlombaan lgi dgn latihan sekaligus persiapan yang maksimal,” imbuhnya.






