“Memang kita harus pisah seperti ini sehingga paling telat jam 21.00 sudah kelar. Dressage akan dimainkan pekan depan dan itu pesertanya juga bisa sekitar 600-700 entries sehingga total peserta pastinya akan lebih banyak,”
Kejuaraan berkuda bertajuk Mandiri Merdeka Master 2026 digelar di The Hub Indonesia, Jalan Alternatif Cibubur, Jatisampurna, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Adapun rangkaian Mandiri Merdeka Master 2026 dimulai melalui nomor show jumping pada 6–9 Agustus 2026. Setelah itu, berlanjut melalui nomor dressage pada 14–16 Agustus 2026
Ajang yang merupakan hasil kolaborasi antara The Hub Indonesia dengan Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) ini diikuti oleh 1.650 entries.
Untuk kelas Show Jumping 120cm Open yang memperebutkan Piala Presiden, rider Muhammad Fahmi Satria Widjaya dari Arthayasa Stable tampil sebagai yang terbaik dan memboyong hadiah 1 unit motor listrik.
Fahmi mengandalkan Starlight M dan Alabama Z. Selain menjadi juara, Alabama Z juga menempati posisi kedua. Sementara posisi ketiga ditempati Nustrdinov Zayan Fatih dari DNV-W Equestrian dengan tunggangan Lenneke.
Kemudian, rider Jamal Mewengkang dari ZZ Stable tampil dengan tunggangan Cleopatra juga memboyong hadiah satu unit mobil setelah tampil apik di kelas Show Jumping nomor 100 cm Open.
Selanjutnya, Rider Equinara Horse Sports, Naomi Insyira Afigthyven menjadi yang terbaik di kelas pertandingan CSICH-A 100 Cm.
Tak hanya itu, Atlet berkuda Ferry Wahyu Hadiyanto dari Equinara Horse Sports juga tampil dalam performa terbaik dengan meraih dua gelar juara di kelas-kelas pertandingan CSI 1*.
Berpasangan dengan kuda Tres Chique, Ferry unggul di kelas CSI 1* 110 Cm, sedangkan dari kelas pertandingan CSI 1* 120 Cm, Ferry juga berhasil meraih kemenangan bersama kuda mitra tandingnya, Comet Diamante.
Ketua Harian PP Pordasi, Eddy Saddak menjelaskan, pertandingan dengan nomor Show Jumping yang diselenggarakan tersebut memang dipisah dari kategori Dressage yang baru dimulai pada Kamis 13 Agustus hingga Minggu 16 Agustus 2026.
“Memang kita harus pisah seperti ini sehingga paling telat jam 21.00 sudah kelar. Dressage akan dimainkan pekan depan dan itu pesertanya juga bisa sekitar 600-700 entries sehingga total peserta pastinya akan lebih banyak,” katanya.
Menurut Eddy, tingginya partisipasi peserta menjadi sinyal positif bagi proses regenerasi atlet berkuda nasional.
Diketahui, sejumlah atlet berkuda Indonesia lainnya saat ini tengah berada di Eropa untuk menjalani persiapan menuju Asian Games Nagoya 2026 yang akan berlangsung pada September-Oktober.
Eddy sempat diperkirakan akan berdampak terhadap jumlah peserta. Namun, kenyataannya ternyata berbeda.
“Ternyata atlet-atlet muda tetap membludak mendaftar dan itu sangat bagus buat perkembangan olahraga berkuda di tanah air,” tutupnya.








