”Menjadi rider berkuda ini memang keinginan sendiri karena menyukai aktivitas olahraga, apalagi bisa sambil berinteraksi dengan hewan,”
Bagi Muhammad Kifli, Horseback Archery (HBA) atau panahan berkuda bukan sekadar cabang olahraga untuk mengejar kemenangan, melainkan media untuk membangun interaksi mendalam dengan satwa.
Atlet berusia 31 tahun asal Kota Banjarmasin ini mengaku bahwa keputusannya menekuni dunia penunggang kuda murni datang dari dorongan pribadinya, yang menyukai olahraga berpadu alam.
”Menjadi rider berkuda ini memang keinginan sendiri karena menyukai aktivitas olahraga, apalagi bisa sambil berinteraksi dengan hewan,” ujar pria yang akrab disapa Kifli kepada Berkudanews.
Perjalanan Kifli di arena berkuda dimulai sejak tahun 2021. Berada di bawah naungan Al-Fatih Borneo Stable, ia secara konsisten mengasah kemampuannya dalam cabang olahraga Horseback Archery (HBA).
Dedikasi dan latihan rutin yang dilakoninya pun membuahkan hasil manis pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XII Kalsel 2025 di Tanah Laut.
Dalam ajang bergengsi tingkat provinsi tersebut, Kifli sukses menyumbangkan satu medali emas dan satu medali perak.
Pencapaian di PORPROV XII tidak lantas membuat Kifli berpuas diri. Usai menorehkan prestasi di tingkat daerah, ia kini menatap impian yang lebih besar, yakni dapat tampil membelah arena di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 mendatang.
Di luar target pribadinya sebagai atlet, Kifli juga memiliki komitmen kuat terhadap keberlanjutan olahraga ini di tanah kelahirannya.
Ia aktif mengambil peran dalam pengembangan dan pengenalan olahraga berkuda agar semakin diminati dan dijangkau oleh masyarakat luas di Kalimantan Selatan.
“Memulai latihan berkuda sejak 2021 dan berharap bisa tampil di ajang PON XXII 2028, serta aktif dalam pengembangan olahraga berkuda untuk masyarakat di Kalimantan Selatan,” imbuh dia.





