”Untuk mengenal kuda, kita harus membangun bonding terlebih dahulu, seperti memberi makan, mengajak jalan, membersihkan, serta latihan rutin. Ini penting supaya kuda mengenal trek yang ditentukan dan memahami instruksi dari rider,”
Keberhasilan meraih prestasi di cabang olahraga Horseback Archery (HBA) tidak hanya bergantung pada kemahiran sang pemanah, tetapi juga pada keharmonisan hubungan antara atlet dan kudanya.
Hal inilah yang dibuktikan oleh Muhammad Kifli (31), atlet berkuda asal Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Berlatih di bawah naungan Al-Fatih Borneo Stable, Kifli telah meraih satu medali emas dan satu medali perak pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XII Kalsel 2025 di Tanah Laut.
Di balik capaian tersebut, ada sosok kuda untuk latihan HBA yang bernama ‘P Belang’.
Menurut Kifli, kunci utama dalam menaklukkan disiplin HBA adalah membangun ikatan batin (bonding) dengan sang kuda. Proses tersebut membutuhkan kesabaran dan ketelatenan dalam merawat kuda secara langsung.
”Untuk mengenal kuda, kita harus membangun bonding terlebih dahulu, seperti memberi makan, mengajak jalan, membersihkan, serta latihan rutin. Ini penting supaya kuda mengenal trek yang ditentukan dan memahami instruksi dari rider,” ungkap Kifli kepada Berkudanews.
Menjalani peran sebagai atlet sekaligus pekerja profesional tentu menghadirkan dinamika tersendiri.
Memulai latihan berkuda sejak tahun 2021, Kifli mengaku tantangan yang dihadapinya adalah menjaga konsistensi latihan di tengah kesibukan kerja serta menjaga mental bertanding.
”Tantangan terbesar adalah harus konsisten berlatih di tengah aktivitas pekerjaan dan membangun kepercayaan diri untuk bisa memberikan yang terbaik,” imbuhnya.






