“Namun, kita belum pantas berpuas diri. Kalau kita lihat negara tetangga kita, selama Asian Games mereka sudah mengumpulkan 144 emas, yaitu Thailand. Kalau kita bicara besarnya Negara Republik Indonesia, kita adalah yang terbesar di Asia Tenggara. Baik dari segi penduduk, ekonomi, politik, kita adalah yang terbesar,”
Kontingen Indonesia secara resmi dikukuhkan untuk bertanding pada ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang yang dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.
Acara pengukuhan digelar di Wisma Serbaguna Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, pada Rabu (9/9/2026).
Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, memimpin langsung prosesi pengukuhan tersebut.
Dalam komposisi akhir, Indonesia menurunkan sebanyak 430 atlet dari 35 cabang olahraga (cabor). Selain atlet, tim Merah Putih didampingi oleh 145 ofisial serta 78 tenaga pendukung yang mencakup dokter, fisioterapis, masseur, dan tim head quarter.
Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Todotua Pasaribu, menjelaskan bahwa jumlah atlet mengalami penyesuaian dari daftar awal. Pada tahap entry by name, Indonesia merencanakan membawa 432 atlet. Namun, setelah melalui proses Delegation Registration Meeting (DRM), jumlah akhir ditetapkan menjadi 430 atlet.
Pemilihan 35 cabor ini didasarkan pada penilaian kesiapan serta potensi raihan prestasi para atlet.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir memberikan suntikan motivasi kepada para atlet. Pada Asian Games 2026 kali ini, Indonesia menetapkan target empat medali emas. Kendati demikian, Erick menantang seluruh kontingen untuk melampaui target tersebut demi mendongkrak posisi Indonesia di kancah Asia.
Erick menekankan pentingnya membakar semangat berjuang dan menembus batas kemampuan diri, sekaligus mendorong prestasi Indonesia agar mampu bersaing ketat dengan negara-negara di Asia Tenggara, khususnya Thailand. Persiapan intensif pun telah dilakukan melalui koordinasi dengan manajer tim, kunjungan ke cabor, hingga pemberangkatan awal sebagian kontingen ke Jepang.
“Namun, kita belum pantas berpuas diri. Kalau kita lihat negara tetangga kita, selama Asian Games mereka sudah mengumpulkan 144 emas, yaitu Thailand. Kalau kita bicara besarnya Negara Republik Indonesia, kita adalah yang terbesar di Asia Tenggara. Baik dari segi penduduk, ekonomi, politik, kita adalah yang terbesar,” imbuhnya.
Indonesia mengikuti 35 dari 43 cabang olahraga dalam program resmi Asian Games 2026. Cabang yang dipilih telah melalui penilaian berdasarkan persiapan dan potensi prestasi masing-masing atlet.
Persiapan Indonesia juga mulai memasuki tahap keberangkatan. Sebagian kontingen bahkan telah lebih dulu bertolak menuju Jepang.
Tim bola basket dan anggar menjadi rombongan awal yang diberangkatkan. Perjalanan kedua tim sempat mengalami penyesuaian rute akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Keduanya kemudian menempuh perjalanan darat menuju Surabaya sebelum melanjutkan penerbangan melalui Singapura menuju Jepang.
Berikut 35 Cabang Olahraga Indonesia
- Panahan
- Atletik
- Akuatik
- Bulu tangkis
- Bola basket
- Tinju
- Kano/kayak
- Dayung
- Balap sepeda
- Esports
- Berkuda
- Anggar
- Golf
- Senam
- Hoki
- Judo
- Karate
- Pentatlon modern
- Padel
- Sepak takraw
- Menembak
- Skateboard
- Panjat tebing
- Selancar
- Squash
- Taekwondo
- Tenis meja
- Tenis
- Teqball
- Triatlon
- Bola voli
- Angkat besi
- Gulat
- Wushu
- Mixed Martial Arts (MMA)





