“Sumatera Barat memiliki tradisi pacuan kuda yang kuat dan telah menjadi bagian dari budaya masyarakat. Kehadiran kembali IHR di Payakumbuh merupakan bagian dari komitmen kami untuk mengembangkan pacuan kuda tidak hanya sebagai olahraga kompetisi, tetapi juga sebagai warisan budaya dan sportainment yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan daerah,”
Suara derap langkah kuda yang beradu dengan tanah Lapangan Pacuan Kuda Kubu Gadang, Payakumbuh, siap menjadi irama penutup akhir pekan Kemerdekaan RI ke-81 pasa Minggu 23 Agustus 2026.
Ajang Indonesia’s Horse Racing (IHR) Merdeka Cup 2026 kembali hadir menyapa masyarakat Sumatera Barat. Mengusung tema “Race to the World Stage”.
Adapun perhelatan yang diinisiasi oleh SARGA.CO bersama PP PORDASI ini bukan sekadar kompetisi adu cepat, melainkan sebuah perayaan budaya dan hiburan berkuda yang melekat erat dengan masyarakat Minang.
Sebanyak 78 kuda terbaik dari berbagai penjuru daerah mulai dari Batusangkar, Padang, Sawahlunto, hingga kontingen Jawa Barat dan DKI Jakartasiap berpacu di lintasan.
Kompetisi ini memperebutkan total hadiah senilai Rp 450 juta yang terbagi ke dalam 15 kelas pertandingan. Penonton akan disuguhkan persaingan sengit di kelas bergengsi seperti Kelas 3 Tahun Derby Divisi I (1.400m), hingga aksi unik pacuan tradisional yang tetap dipertahankan, seperti Draf Bogie dan Kelas Lokal Payakumbuh.
Namun, kemeriahan tak berhenti di lintasan balap semata. Sehari sebelum bendera start dikibarkan tepatnya Sabtu 22 Agustus 2026 menggelar SARGA Festival di Lapangan Imam Bonjol, Kota Padang.
Menyulap lokasi acara menjadi area bernuansa cowboy, festival ini menghadirkan panggung musik meriah yang dihiasi penampilan dari Tulus, Banda Neira, Fiersa Besari, Trio Imron, hingga DJ Damonok.
CEO SARGA.CO Nugdha Achadie mengatakan Sumatera Barat memiliki tradisi pacuan kuda yang kuat dan telah menjadi bagian dari budaya masyarakat. Kehadiran kembali IHR di Payakumbuh merupakan bagian dari komitmen untuk mengembangkan pacuan kuda sebagai olahraga kompetisi, warisan budaya, dan sportainment yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan daerah.
“Sumatera Barat memiliki tradisi pacuan kuda yang kuat dan telah menjadi bagian dari budaya masyarakat. Kehadiran kembali IHR di Payakumbuh merupakan bagian dari komitmen kami untuk mengembangkan pacuan kuda tidak hanya sebagai olahraga kompetisi, tetapi juga sebagai warisan budaya dan sportainment yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan daerah,” ujarnya, Jumat (21/8/2026).






