”Mimpi saya ke depannya adalah terus menjadi rider yang berkembang dan lebih baik dari sebelumnya. Syukur-syukur bisa sampai ke level nasional atau mewakili kontingen,”
Perjalanan dalam dunia olahraga berkuda equestrian sering kali dimulai dari langkah-langkah kecil yang tidak terduga.
Hal ini yang dialami oleh Salman Anindya Rifa’i, atau yang akrab dipanggil Salman. Bermula dari sekadar mencoba kegiatan ekstrakurikuler saat duduk di bangku kelas 1 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di pondok pesantren, kecintaannya terhadap hewan membawa pemuda berdarah Bekasi ini jatuh hati pada dunia berkuda.
Kecintaan tersebut berkembang menjadi komitmen serius. Salman saat ini berlatih bersama Dez Stable yang berlokasi di Kuningan, Jawa Barat.
Rider asal Cirebon ini kini menginjak usia 18 tahun, pemuda kelahiran 27 Januari 2008 tersebut bersiap memasuki fase baru dalam hidupnya.
Salman telah diterima sebagai mahasiswa S1 di BINUS University Bandung melalui program double degree. Kepindahan tempat studi ini sekaligus menandai perpindahan domisili latihan berkudanya ke wilayah Bandung.
Memasuki kehidupan kampus, tantangan baru tentu menanti. Salman menyadari bahwa waktu latihan dan partisipasinya dalam kompetisi mendatang mungkin akan lebih terbatas.
Oleh karena itu, target utamanya tahun ini bukanlah fokus penuh pada peraihan piala semata, melainkan mampu menyeimbangkan antara prestasi akademik dan hobinya di arena equestrian.
”Mimpi saya ke depannya adalah terus menjadi rider yang berkembang dan lebih baik dari sebelumnya. Syukur-syukur bisa sampai ke level nasional atau mewakili kontingen,” ungkap Salman kepada Berkudanews.
Dengan semangat belajarnya di perkuliahan dan konsistensi di arena latihan, Salman membuktikan bahwa mengejar pendidikan tinggi tidak harus memadamkan passion di bidang olahraga. Langkahnya di Kota Bandung kini menjadi pembuktian awal dalam menjaga keseimbangan antara prestasi akademik dan non-akademik.
“Target saya untuk tahun ini adalah mampu menyeimbangkan kehidupan akademik dengan hobi saya di dunia berkuda. Saya ingin berkembang sebagai mahasiswa sekaligus terus menjaga kemampuan berkuda saya, meskipun dengan jadwal latihan dan kompetisi yang lebih terbatas,” tutupnya.






