Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Pemerintah Kabupaten Agam melaksanakan rapat finalisasi terkait pelaksanaan Pacu Kuda Wisata Derby Bukittinggi Agam 2026.
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan, pacuan yang digelar di Gelanggang Bukit Ambacang ini, akan diikuti oleh 80 ekor kuda yang dibagi dalam 19 race.
Dalam arahannya, Ramlan menyampaikan, kegiatan pacu kuda ini terbuka untuk umum dan tidak ada biaya masuk.
“Event ini gratis, tanpa biaya masuk. Setiap pacuan kuda di Bukittinggi selalu gratis karena ini adalah alek nagari. Semua masyarakat dan wisatawan bisa datang dan menikmati event ini secara gratis,” ungkapnya dikutip Kamis (23/4/2026).
Ramlan meminta panitia pelaksana untuk memfokuskan kenyamanan dan keselamatan dalam menyaksikan alek nagari ini.
“Panitia pelaksana dalam hal ini Satpol PP, TNI, dan Polri diharapkan bersinergi agar memprioritaskan kenyamanan dan keselamatan dalam menyaksikan alek Pacu Kuda Wisata Derby Bukittinggi Agam 2026,” tutupnya.
Diketahui, Pacu Kuda Wisata Derby Bukittinggi Agam 2026 akan digelar di Gelanggang Pacuan Kuda Bukik Ambacang pada Minggu 26 April 2026.
Pacu kuda ini merupakan salah satu tradisi olahraga berkuda yang memiliki nilai budaya tinggi dan menjadi daya tarik wisata unggulan di wilayah Bukittinggi dan Agam.
Event ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat lokal.
Selain membebaskan tiket masuk, panitia juga tidak memungut biaya pendaftaran bagi pemilik kuda.
Kebijakan ini, menurut Ramlan, bertujuan untuk memotivasi para peternak dan pemilik kuda agar terus berpartisipasi dan mengembangkan kualitas kuda pacu di Sumatera Barat.
“Kita gratiskan bagi pemilik kuda, baik Bugi, Sagalo, maupun Perdana. Harapan kita ini bisa memotivasi pemilik kuda dan para perdana yang baru muncul,” ujarnya.
Ramlan menegaskan, pacu kuda sebagai alek nagari akan terus dipertahankan sebagai hiburan rakyat yang inklusif.
Ia berharap, kegiatan ini mampu memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar melalui peningkatan aktivitas perdagangan dan jasa selama event berlangsung.
Sementara, Ketua Pelaksana Wisata Derby 2026, Januar Jamil menyebutkan, persiapan kegiatan telah mencapai sekitar 75 persen dan ditargetkan rampung dua hari sebelum pelaksanaan.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 80 kuda pacu telah mendaftar untuk mengikuti 19 race yang akan dipertandingkan.
“Alhamdulillah persiapan terus dilakukan. Kami optimistis kegiatan ini berjalan baik dan tetap mengutamakan aspek keselamatan, dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan anak nagari,” imbuhnya









