Ambisi kuda pacu Dominator untuk mencetak kemenangan tiga kali beruntun alias hattrick di Kelas Terbuka Sprint 1.300 meter harus kandas. Langkah mulus Dominator dihentikan oleh rival abadinya, War Kudeta, dalam gelaran Indonesia’s Horse Racing (IHR) Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Seri 2 2026 yang berlangsung di Gelanggang Pacu Tegalwaton, Kabupaten Semarang, Minggu (10/5/2026).
Sebelumnya, Dominator datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah sukses mengamankan dua kemenangan beruntun di kelas yang sama.
Hebatnya, dua kemenangan terdahulu diraih dengan menumbangkan kuda-kuda elite milik King Halim Stable, yaitu Princess Gavi (di Jateng Derby 2026) dan War Kudeta di IHR Triple Crown Seri 1 & Pertiwi Cup 2026.
Sejak sesi drawing, misi Dominator mengunci gelar ketiga sebenarnya sudah dibayangi tantangan berat. Sejumlah nama besar mencoba peruntungan di Kelas Sprint ini, mulai dari spesialis jarak menengah jauh seperti Triple SS dan Queen Divona, hingga eks penantang King Argentin di Kelas 3 Tahun Derby tahun lalu, yakni P. Galuh Borneo dan Griffin. Tak ketinggalan, sang mantan juara Super Sprint, Dewa United, juga ikut memanaskan persaingan.
Namun, sejak awal pelatih Dominator, Ardhi Wijaya, sudah memprediksi bahwa ancaman paling nyata justru datang dari sang rival setia.
”Memang ini head-to-head-nya dengan War Kudeta, yang kita anggap sebagai ancaman utama. Meskipun ada beberapa pendatang baru, tapi saya merasa untuk di kelas ini Dominator masih merajai dan musuhnya (tetap) War Kudeta,” ujar Ardhi dikutip Senin (25/5/2026).
Prediksi tersebut terbukti tepat di lintasan tanah Tegalwaton. War Kudeta yang ditunggangi joki Jemmy Runtu membawa misi balas dendam setelah kekalahan mereka sebulan lalu di Gelanggang Pacu Sultan Agung.
Joki Dominator, Angel Manarisip, menceritakan bagaimana jalannya balapan yang berlangsung sangat ketat hingga detik-detik terakhir.
”Dari start sampai akhir lancar, tikungan terakhir juga tetap unggul. Cuma mau masuk finis, tiba-tiba kudanya (War Kudeta) datang,” ungkap Angel.
Meski kecewa gagal membawa pulang trofi hattrick, kubu Dominator menolak untuk terpuruk. Joki Angel Manarisip menegaskan kesiapannya untuk membalas kekalahan ini pada seri IHR berikutnya.
Di sisi lain, Pelatih Ardhi Wijaya langsung bersiap melakukan perombakan strategi.
“Insyaallah, nanti kita akan atur lagi, akan kita evaluasi lagi. Akan ada kemasan baru buat Dominator,” tuturnya.
Sementara itu, atmosfer kemenangan menyelimuti kubu King Halim Stable.
Sejak awal race, mereka mengaku sangat percaya diri karena War Kudeta sedang berada dalam performa puncak. Menatap masa depan, King Halim Stable menyatakan siap meladeni kembali tantangan Dominator di kelas sprint, meskipun mereka belum memastikan apakah akan tetap mengandalkan War Kudeta atau menurunkan amunisi lainnya.










