”Di Tompaso (Sulawesi Utara) sempat turun untuk Kelas Terbuka, tapi itu juga sprint, 1.200 meter. Jadi ini dia lompat dari 1.200 meter, belum pernah 1.400 meter atau 1.600 meter, langsung ke 2.000 meter,”
Kuda pacu Sunpower Nagari sukses menjungkirbalikkan semua prediksi dalam babak penyisihan Indonesia’s Horse Racing (IHR) Indonesia Derby 2026.
Datang dengan ekspektasi minim, kuda ternakan Bendang Stable ini secara mengejutkan berhasil keluar sebagai juara kedua dalam babak penyisihan Heat 2 yang digelar di Pangandaran, Minggu (12/7/2026).
Hasil ini sekaligus mengamankan satu tiket emas menuju babak final kejuaraan paling bergengsi di kancah pacuan kuda nasional tersebut.
Pencapaian ini terbilang luar biasa mengingat rekam jejak Sunpower Nagari yang kurang meyakinkan pada ajang IHR Triple Crown Serie 1 bulan Mei lalu. Saat itu, ia tercecer di garis belakang pada finis jarak 1.200 meter. Terlebih lagi, kuda ini sama sekali belum pernah menjajal lintasan jarak jauh sepanjang kariernya.
”Di Tompaso (Sulawesi Utara) sempat turun untuk Kelas Terbuka, tapi itu juga sprint, 1.200 meter. Jadi ini dia lompat dari 1.200 meter, belum pernah 1.400 meter atau 1.600 meter, langsung ke 2.000 meter,” ungkap Mario Bahar, pemilik dan pengelola Bendang Stable dilansir dari SARGA.CO, Sabtu (18/7/2026).
Meski sempat diselimuti rasa pesimistis, Sunpower Nagari tetap diberangkatkan ke Pangandaran untuk memperkuat Kontingen Sulawesi Utara (Sulut) bersama dua lulusan Bendang Stable lainnya, yaitu Zilong Rimboka dan Suntora Berjaya.
Mario membeberkan bahwa kunci sukses adaptasi kilat ini adalah kenyamanan sang kuda selama masa persiapan. Selama delapan hari di Pangandaran, Sunpower Nagari mampu menyesuaikan diri dengan sangat baik terhadap karakteristik trek yang berada di pinggir pantai tersebut. Kondisi fisik dan mental yang ideal itulah yang menjadi modal utama dalam balapan sengit di Heat 2.
Turun dengan pelana nomor 4, Sunpower Nagari harus bersaing ketat dengan 12 ekor kuda lainnya. Sejak gerbang start dibuka, kuda favorit Saga Serumpun langsung memimpin jalannya balapan. Namun, Sunpower Nagari tampil tenang dan stabil menjaga kecepatannya di kelompok lima besar terdepan, meski posisi kuda-kuda di sekitarnya terus berubah.
Momen krusial terjadi saat balapan menyisakan jarak 400 meter. Sunpower Nagari langsung “lepas landas”, melesat melewati tiga kuda di depannya untuk mengambil alih posisi terdepan.
Memasuki tikungan terakhir menuju home straight, duel sengit sesama lulusan Bendang Stable terjadi. Suntora Berjaya melesat dari belakang menantang Sunpower Nagari yang bertahan di sisi dalam lintasan. Melalui dorongan yang kuat di 100 meter terakhir, Suntora akhirnya berhasil menyalip, memaksa Sunpower Nagari puas finis di podium kedua.
Kendati sukses melenggang ke babak final, kuda yang akan membawa nama Keepfly Stable selama kejuaraan ini langsung dihadapkan pada masalah baru, yaitu krisis joki.
Pada babak penyisihan kemarin, Sunpower Nagari dan Zilong Rimboka harus berbagi joki yang sama, yakni Falentino Sangian. Masalahnya, Zilong Rimboka yang turun di Heat 1 juga tampil gemilang dan sukses meraih juara pertama.
Menurut Mario Bahar, kesepakatan yang ada saat ini menetapkan Joki Falentino Sangian akan menunggangi Zilong Rimboka di babak final. Situasi ini memaksa manajemen Bendang Stable untuk bergerak cepat mencari joki baru yang tepat dan mampu menyatu dengan Sunpower Nagari.
Meski harus berganti tandem di partai puncak, tantangan ini justru dinilai menjadi peluang besar bagi Sunpower Nagari untuk membuka potensi terbaiknya dalam ajang terbesar sepanjang karier balapnya.







