“Kami sangat bangga dipercaya menjadi mitra penyelenggara. Melalui keterlibatan ini, kami siap menjamin kelancaran persiapan, keamanan, serta kenyamanan lokasi, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga setempat,”
Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Kabupaten Lumajang siap menggelar ajang bergengsi Pacuan Kuda Bupati Cup 2026 pada Agustus mendatang.
Perhelatan akbar ini dipastikan akan berpusat di arena pacuan kuda Desa Babakan, Kecamatan Padang, dan diprediksi menjadi magnet bagi para pencinta olahraga berkuda se-Jawa Timur.
Kepastian ini menyusul adanya kolaborasi erat antara Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kabupaten Lumajang dan Pemerintah Desa (Pemdes) Babakan.
Kepala Desa Babakan, Moch. Rifal Andrianto menyebut masyarakat Desa Babakan memang memiliki kedekatan historis yang kuat dengan budaya beternak dan olahraga pacuan kuda.
“Kami sangat bangga dipercaya menjadi mitra penyelenggara. Melalui keterlibatan ini, kami siap menjamin kelancaran persiapan, keamanan, serta kenyamanan lokasi, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga setempat,” ujar Rifal dikutip Kamis (16/7/2026).
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemdes Babakan kini tengah fokus membenahi akses jalan menuju arena, menyiapkan tenaga sukarela, mengelola kawasan parkir, hingga membuka kawasan bazar kuliner dan kerajinan yang akan dikelola langsung oleh warga. Sementara untuk aspek teknis perlombaan, kewenangan sepenuhnya berada di tangan Pordasi.
“Untuk mengendalikan teknis balapan, mulai dari pendaftaran peserta, pemeriksaan kesehatan hewan, hingga penetapan peraturan balapan, langsung dipegang oleh Pordasi Lumajang,” tambah Rifal.
Di sisi lain, Ketua Pordasi Lumajang, Masrupi, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bukti nyata sinergi antara olahraga, budaya, dan masyarakat.
“Dengan bergandengan tangan bersama pemerintah desa, kami ingin Bupati Cup 2026 Lumajang ini bukan sekadar ajang adu cepat, melainkan juga membawa dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat di sekitar lokasi,” jelas Masrupi.
Langkah partisipatif ini juga mendapat apresiasi langsung dari Bupati Lumajang, Indah Amperawati. Menurutnya, pelibatan unsur desa sejak awal adalah model pembangunan yang ideal.
“Melibatkan desa sejak awal adalah langkah tepat agar budaya lokal terus hidup dan membawa manfaat ekonomi nyata bagi warga,” imbuhnya.







