Sulawesi Utara bergerak cepat menyambut statusnya sebagai tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda PORDASI Seri 2 2026.
Euforia keberhasilan sebagai juara umum pada Seri 1 lalu makin terasa saat kuda-kuda jagoan kontingen Sulut mulai kembali ke kampung halaman untuk mematangkan persiapan.
Berdasarkan data dari Komunitas Pacuan Kuda Tompaso, belasan ekor kuda asal Sulut yang baru menyelesaikan musim tanding di Pulau Jawa selama setengah tahun terakhir sudah tiba di kandang.
Nama-nama langganan podium seperti Zilong Rimboka, Monochrome, dan Sunpower Nagari terlihat masuk dalam rombongan utama yang siap kembali berpacu di gelanggang lokal.
Daya tarik kejurnas kali ini tidak hanya datang dari tuan rumah. Sejumlah kontingen dari provinsi tetangga juga mulai merapat untuk memanaskan persaingan.
Nur/Bilal Stable asal Jeneponto, Sulawesi Selatan, mengonfirmasi kedatangan kuda anyar mereka, Jago Daeng Turatea kuda yang sebelumnya bernama Cassius Warrior dan baru saja didatangkan dari Pulau Jawa.
Sayangnya, kabar duka sempat menyelimuti tim ini setelah satu kuda lainnya, Raja Daeng Turatea, tewas akibat masalah kesehatan serius.
Sementara itu, kontingen Cahaya Stable asal Gorontalo juga dipastikan siap memeriahkan arena dengan mengirimkan dua ekor kuda.
Sosok kedua kuda tersebut masih dirahasiakan karena disebut-sebut sebagai amunisi baru yang sengaja disiapkan untuk memberi kejutan pada Kejurnas Seri 2 mendatang.
Sebagai informasi, Lapangan Pacuan Kuda Maesa Tompaso, Minahasa, bersiap menjadi saksi perhelatan bergengsi di tanah air, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda PORDASI ke-60 Seri II 2026.
Persaingan ketat ini akan dibuka lewat babak penyisihan pada Sabtu, 17 Oktober 2026, sebelum mencapai puncaknya di babak final pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Dengan total hadiah menggiurkan mencapai Rp700 juta, ajang ini menjanjikan adu taktik, ketahanan fisik, dan kecepatan murni.






