“Sebanyak 57 race akan dipertandingkan selama sepekan. Seluruh kuda peserta siap berlaga di lintasan,”
Takengon selalu punya cara istimewa untuk merayakan hari kelahiran bangsa. Di balik sejuknya udara dataran tinggi Aceh Tengah, debu lintasan Lapangan H. Muhammad Hasan Gayo, Blang Bebangka, bersiap menjadi saksi bisu kemeriahan pesta rakyat tahunan yakni Pacuan Kuda Tradisional Gayo.
Dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Republik Indonesia, sebanyak 57 race seru disajikan sepanjang sepekan penuh, mulai 24 hingga 30 Agustus 2026.
Bukan sekadar ajang adu kecepatan, event ini adalah panggung persaudaraan bagi 204 kuda terbaik dari tiga kabupaten yakni Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues.
“Sebanyak 57 race akan dipertandingkan selama sepekan. Seluruh kuda peserta siap berlaga di lintasan,” ungkap Ketua Panitia Pelaksana, Mulyadi.
Senin (24/08/2026) menjadi titik mula ketegangan dan euforia itu. Pada hari pembukaan saja, 10 race perdana meluncurkan 61 ekor kuda ke lintasan. Derap langkah kaki kuda dan kelihaian para joki muda tak pelak memacu adrenalin, menyajikan tontonan budaya yang sarat kebanggaan lokal.
Lebih dari sekadar memeriahkan hari kemerdekaan, geliat Pacuan Kuda Gayo membawa napas segar bagi roda perekonomian warga.
Senyum para pelaku UMKM, riuk rendah pedagang kecil, hingga ramainya penginapan menjadi bukti nyata bagaimana tradisi leluhur terus menghidupkan pariwisata dan memeluk hangat perekonomian masyarakat Aceh Tengah.






