Ajang kompetisi pacuan kuda elite Indonesia Horse Racing: Triple Crown Seri 1 & Pertiwi Cup 2026 usai digelar dengan hasil yang sangat mengejutkan.
Kuda pacu bernama Maxi Of Khalim sukses keluar sebagai juara pertama dan mengamankan tiket awal menuju mahkota Triple Crown 2026.
Menukil tayangan wawancara di kanal YouTube @Indonesia’s Horse Racing, kemenangan ini terasa sangat dramatis mengingat rekam jejak performa kuda tersebut pada balapan sebelumnya.
Maxi Of Khalim diketahui sempat menelan kekalahan telak dan tampil kurang optimal saat berlaga di ajang bergengsi Jateng Derby beberapa waktu yang lalu.
Merespons kekalahan tersebut, pihak manajemen King Halim Stable langsung melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki performa andalan mereka.
Joki andalan tim, Jemy, menuturkan bahwa pihaknya langsung memaksimalkan porsi latihan, menjaga ketat kondisi fisik kuda, serta menyesuaikan ulang strategi balap.
Maxi Of Khalim memiliki karakter pacu yang sangat berbeda dibandingkan juara Triple Crown tahun lalu, yakni King Argentin.
Ia menjelaskan bahwa Maxi membutuhkan dorongan fisik yang sangat kuat dan instruksi agresif dari jokinya agar mau memacu kecepatan secara maksimal di atas lintasan.
Perbedaan karakter tersebut juga dikonfirmasi oleh jajaran pelatih King Halim Stable yang menyebutkan bahwa sesi latihan Maxi membutuhkan porsi kerja keras yang jauh lebih besar.
Berbeda dengan Argentin yang memiliki inisiatif lari secara natural, karakter Maxi yang cenderung malas saat latihan menuntut pendekatan teknis yang lebih ketat.
Hasil dari evaluasi keras tersebut akhirnya terbayar lunas pada balapan Triple Crown Seri 1 ini.
Jemi mengungkapkan bahwa ia menerapkan strategi untuk menjaga ritme di posisi kelima pada awal balapan, sebelum akhirnya memacu tenaga penuh kudanya dari sisi luar lintasan saat balapan menyisakan jarak 300 meter.
Strategi tersebut terbukti sangat efektif dalam meredam dominasi kuda pesaing tangguh seperti Ghana Eclipse yang sempat memimpin sejak awal balapan.
Manuver kuat dari sisi luar lintasan tersebut sukses membawa Maxi Of Khalim menyapu bersih posisi terdepan dan menyentuh garis finis pertama.
Pihak pelatih dan joki sepakat bahwa tekanan untuk meraih rekor Triple Crown secara beruntun (back-to-back) sangatlah berat dan langka dalam sejarah pacuan.
Meskipun demikian, tim King Halim Stable berkomitmen untuk terus fokus menjaga kesehatan kuda dan meningkatkan porsi latihan demi menghadapi tantangan di Triple Crown Seri 2 mendatang.








