Perhelatan budaya dan olahraga terbesar masyarakat dataran tinggi Gayo, Pacuan Kuda Tradisional Gayo, resmi berakhir pada Minggu (14/6/2026).
Acara tahunan yang berlangsung selama sepekan ini sukses digelar di Gelanggang Pacuan Kuda H.M. Hasan Gayo, Blang Bebangka, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah.
Tahun 2026 ini, penyelenggaraan mengusung tema “Solidaritas untuk Gayo: Gayo Pulih, Gayo Bangkit”. Tema tersebut membawa makna mendalam sebagai momentum penting, untuk mempererat persatuan masyarakat sekaligus membangkitkan semangat bersama pascabencana yang melanda wilayah Aceh Tengah pada akhir tahun 2025 lalu.
Sepanjang pelaksanaan acara, antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Ribuan penonton memadati arena pacuan untuk menyaksikan para joki muda memacu kuda-kuda terbaiknya menuju garis finis.
Sorak-sorai penonton yang memenuhi gelanggang menjadi gambaran nyata betapa kuatnya kecintaan masyarakat terhadap tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini.
Pacuan Kuda Tradisional Gayo menjadi lebih dari sekadar perlombaan. Kegiatan ini menjadi simbol ketangguhan dan semangat masyarakat Gayo untuk bangkit dari masa-masa sulit.
Selain menjadi sarana pelestarian budaya yang berharga, kegiatan ini terbukti memberikan dampak positif yang signifikan terhadap sektor ekonomi. Kehadiran ribuan pengunjung turut menggerakkan roda perekonomian daerah, mulai dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pedagang kuliner, penyedia jasa transportasi, hingga sektor perhotelan dan pariwisata.
Melalui semangat yang terkandung dalam tema tahun 2026 ini, masyarakat menunjukkan bahwa tradisi tidak hanya berfungsi sebagai warisan leluhur, melainkan juga sebagai perekat sosial yang mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam menghadapi tantangan bersama.
Dengan berakhirnya gelaran Pacuan Kuda Tradisional Gayo 2026, masyarakat berharap agenda tahunan ini dapat terus dilestarikan dan dikembangkan. Selain sebagai ikon kebanggaan Tanah Gayo, ajang ini diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata unggulan yang memperkenalkan kekayaan budaya Aceh di kancah nasional maupun internasional.










