“Menjadi atlet berkuda murni keinginan sendiri. Bahkan sempat dilarang orang tua karena olahraga ini cukup berisiko. Tapi karena sejak kecil saya memang sangat mencintai kuda, saya tetap menjalaninya dengan penuh semangat,”
Sri Agung Budi Saputra, pemuda asal Demak, Jawa Tengah, yang akrab disapa Agung Saputra ini tengah merajut mimpi besar untuk membawa nama merah putih ke kancah Internasional olahraga berkuda.
Agung mengenal dunia kuda sejak usia dini, sebuah warisan turun-temurun dari mendiang kakeknya.Namun, titik balik profesionalitasnya dimulai pada tahun 2017 ketika ia memutuskan untuk fokus di equestrian sport.
Menariknya, langkah Agung menjadi atlet bukanlah jalan tanpa hambatan. Ia mengakui bahwa sempat ada kekhawatiran dari pihak keluarga.
“Menjadi atlet berkuda murni keinginan sendiri. Bahkan sempat dilarang orang tua karena olahraga ini cukup berisiko. Tapi karena sejak kecil saya memang sangat mencintai kuda, saya tetap menjalaninya dengan penuh semangat,” kata Agung kepada Berkudanews, Jumat (8/5/2026).
Di lintasan rintangan, Agung telah berkali-kali menempati podium sebagai Juara 2 di kelas Jumping 70–80 cm. Jam terbangnya pun tidak hanya sebatas kompetisi lokal.
Pada tahun 2023, atlet berusia 24 tahun ini mendapatkan kehormatan untuk wakili merah-putih. Ia mewakili Indonesia dalam ajang pertandingan persahabatan antarnegara Indonesia–Malaysia–Singapura. Pengalaman bertanding di level regional ini semakin mengasah mentalitas dan teknik berkudanya.
Kini, Agung berfokus pada satu target utama yakni SEA Games. Baginya, setiap sesi latihan di Kabupaten Bandung adalah langkah kecil menuju panggung olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut.
“Mimpi besar saya di dunia berkuda adalah bisa mewakili Indonesia di SEA Games,” imbuh dia.









