”Harapan saya, equestrian di Indonesia semakin berkembang pesat. Dengan pembinaan yang tepat dan kompetisi yang semakin maju, kita bisa mengejar ketertinggalan dari negara-negara Eropa,”
Dunia olahraga berkuda equestrian di Indonesia terus menunjukkan grafik positif. Di balik tren tersebut, banyak sosok-sosok muda yang berdedikasi tinggi, salah satunya adalah Sri Agung Budi Saputra.
Sebagai atlet sekaligus pelatih, Agung membawa misi besar untuk menyelaraskan kualitas olahraga ini dengan standar Eropa.
Pemuda berusia 24 tahun ini mengamati bahwa, kehadiran penyelenggara seperti SARGA dan menjamurnya atlet-atlet junior baru merupakan sinyal kuat, bahwa Indonesia siap bersaing di kancah yang lebih tinggi.
”Harapan saya, equestrian di Indonesia semakin berkembang pesat. Dengan pembinaan yang tepat dan kompetisi yang semakin maju, kita bisa mengejar ketertinggalan dari negara-negara Eropa,” ujar Agung kepada Berkudanews, Jumat (8/5/2026).
Baginya, aspek komunikasi antara rider dan kuda adalah segalanya. Ia menegaskan bahwa Dressage (tunggang serasi) adalah pondasi mutlak yang tidak boleh dilewati.
“Semua dasar berkuda berawal dari dressage (dresasage).
Di dressage kita belajar kontrol, komunikasi, dan teknik gerakan yang menjadi pondasi semua disiplin berkuda,” tutur dia.
Agung juga berpesan, sesama pelatih berkuda agar saling mendukung demi mengembangkan dunia equestrian di Indonesia semakin lebih baik kedepannya.
“Sebagai pelatih, saya selalu menekankan kuasai basic dressage terlebih dahulu, Karena tanpa pondasi yang kuat, jumping sangat berisiko jatuh akibat jepitan kaki rider belum kuat,” tutupnya.









