Kabar duka menyelimuti dunia pacuan kuda tanah air. Raja Daeng Turatea, kuda pacu andalan milik Nur/Bilal Stable asal Jeneponto, Sulawesi Selatan, dilaporkan meninggal dunia pada Minggu (30/8/2026).
Kuda jantan berwarna napas yang dulunya dikenal dengan nama Marshall ini menghembuskan napas terakhirnya tak lama setelah tiba di Manado.
Kabar mengenai berpulangnya Raja Daeng Turatea dengan cepat menyebar dan memicu gelombang belasungkawa di media sosial. Banyak pihak merasa kehilangan sosok kuda tangguh yang kerap menghiasi arena balap. Salah satu ucapan duka datang dari Jones Paendong, joki yang pernah mendampingi perjalanan balapnya saat masih membela Miranda Stable.
Melalui unggahannya di media sosial Facebook, Jones menyampaikan rasa terkejut dan kehilangan yang mendalam atas kepergian jagoannya tersebut.
Kepergian Raja Daeng Turatea terasa kian mengharukan mengingat ia sebenarnya sedang dalam perjalanan menuju kampung halamannya di Sulawesi Utara.
Kuda ini dijadwalkan kembali beraksi di lintasan Tompaso untuk berlaga dalam ajang Indonesia’s Horse Racing (IHR) Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda (Kejurnas) Seri 2 PORDASI 2026.
Pihak Nur/Bilal Stable telah memberangkatkan Raja Daeng Turatea dari Jeneponto menuju Manado sejak Minggu (23/8/2026).
Namun, setelah menempuh perjalanan selama satu minggu dan tiba di Kota Manado, kondisi kesehatannya mendadak menurun drastis hingga memicu masalah fatal yang merenggut nyawanya.
Kepergiannya meninggalkan sederet kenangan manis bagi penikmat olahraga pacuan kuda. Salah satu puncaknya adalah torehan prestasi gemilang saat ia sukses meraih Juara 1 Kelas 2 Tahun Pemula C/D pada Kejurnas Seri 1 PORDASI 2022 di Pasuruan.
Meski kini jalurnya di lintasan pacu telah usai, nama dan rekam jejak prestasinya akan tetap dikenang oleh para pecinta pacuan kuda Indonesia.







