Dunia pacuan kuda Indonesia terselimuti duka. Emmera Sakti PM, kuda betina berusia tiga tahun milik Pasir Mas Stable, mengembuskan napas terakhirnya pada Selasa malam (25/8/2026) setelah sempat berjuang melawan masalah kesehatan selama dua hari.
Dikutip dari Sarga.co, kuda berbulu jragem yang lahir dari pasangan Touareq dan Bunlans Sky ini menutup mata pasca-mengalami diare yang berkembang menjadi kolik. Dokter hewan yang mendampinginya, Ali Hujarat, mengonfirmasi kabar berpulangnya sang kuda tak lama setelah waktu Isya.
Kepergian Emmera tentu meninggalkan ruang hampa bagi seluruh tim Pasir Mas Stable. Di usia yang masih sangat muda, ia menyimpan potensi besar dan perjalanan karier yang mulanya diproyeksikan masih sangat panjang di lintasan pacuan nasional.
Sebelum berpulang, kuda yang dibesarkan oleh peternakan Emeral Stable ini sempat mengukir kenangan berharga di panggung tertinggi. Bulan Juli lalu, Emmera berdiri sejajar dengan kuda-kuda muda terbaik tanah air dalam Kelas 3 Tahun Derby pada IHR Kejurnas Seri I Indonesia Derby 2026 di Lapangan Pacuan Kuda Legok Jawa, Pangandaran.
Dalam jarak 2.000 meter yang sarat gengsi tersebut, ia menyentuh garis finis di posisi kedelapan dengan catatan waktu 2 menit 32,83 detik.
Tanpa disangka, balapan di tepi pantai Pangandaran itu menjadi penampilan pamungkas Emmera. Di balik kemegahan setiap perlombaan, kisah Emmera menjadi pengingat lembut akan dedikasi tak terlihat dari para joki, pelatih, pemilik, hingga tim perawat yang merawat setiap helai napas sang atlet berkaki empat.
Kini, riuh sorak penonton dan derap langkah cepat Emmera di atas tanah pacu telah usai. Namun, semangat dan namanya akan terus hidup dalam ingatan Pasir Mas Stable serta cerita perjalanan pacuan kuda Indonesia.







