Kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terjadi sejak Senin (17/8/2027) pagi.
Rangkaian peringatan dibuka dengan prosesi kirab budaya yang mengarak duplikat bendera Merah Putih dan naskah asli teks Proklamasi dari Monumen Nasional (Monas) menuju Istana Merdeka.
Prosesi diawali penyerahan kedua benda bersejarah dari Kaskogartap I/Jakarta Brigjen TNI Fitriana Nur Heru Wibawa kepada Perwira Paspampres di Ruang Kemerdekaan Monas, yang kemudian diteruskan kepada Tim Purna Paskibraka Duta Pancasila.
Sultana Najwa (DKI Jakarta) dipercaya membawa duplikat bendera Merah Putih, sementara Aliah Sakira (Sulawesi Selatan) membawa naskah Proklamasi. Keduanya menaiki Kereta Kencana Garuda Prabayaksa menuju Istana Merdeka.
Unsur pasukan berkuda menjadi salah satu daya tarik utama yang paling menyita perhatian warga di sepanjang rute perjalanan. Kehadiran kuda-kuda gagah ini disusun secara khusus dengan membawa simbol-simbol sejarah kemerdekaan RI.
Sebanyak 81 pasukan berkuda hadir mengawal barisan sebagai lambang usia kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81.
Kemudian 17 pasukan berkuda Ditempatkan sebagai perlambang tanggal Proklamasi Kemerdekaan. Delapan kuda penarik bertugas khusus menarik Kereta Kencana Garuda Prabayaksa, dan delapan pasukan berkuda lainnya Melambangkan bulan Agustus sebagai bulan Proklamasi.
Perjalanan rombongan yang dimulai dari Cawan Monas melintasi Jalan Medan Merdeka Barat ini juga makin semarak dengan hadirnya 45 pasukan motoris Polisi Militer, 170 taruna/taruni Drum Corps Pelopor Cendrawasih Akpol, serta 76 pasukan berpakaian Nusantara.
Setibanya di Istana Merdeka, duplikat bendera Merah Putih dan naskah Proklamasi diserahkan untuk ditempatkan di meja mimbar kehormatan.
Derap langkah pasukan berkuda dan kemegahan kirab budaya ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari pertunjukan kebangsaan yang memadukan sejarah, militer, dan tradisi kenegaraan.






