”Arceus ini kan memang agresif dan sensitif. Dia kuda yang memang kuat dan selalu siap untuk berlari. Dia juga tidak terkalahkan setelah naik Kelas C. Ini saya juga masih sedih sekali,”
Suasana duka menyelimuti Red Stone Stable yang terletak di Tegalwaton, Kabupaten Semarang, pada Rabu (12/8/2026).
Arceus Nagari, kuda pacu tangguh milik Sarga Stable yang baru saja menginjak usia 6 tahun awal bulan ini, menghembuskan napas terakhirnya di kandang yang selama beberapa bulan terakhir menjadi rumahnya.
Dilansir dari Sarga.co, kepergian sang jawara terasa begitu mendadak. Pagi itu, Arceus baru saja menyelesaikan latihan rutin.
Groom Teguh, sang perawat, telah merawatnya dengan cermat dan mengompres tubuhnya seperti biasa. Namun, karakter Arceus yang dikenal memiliki energi melimpah dan sensitif membuatnya bergerak sangat kuat di dalam kandang.
Ia terpeleset, dan agresivitasnya membuat tubuh tangguh itu terbanting keras.
”Arceus ini kan memang agresif dan sensitif. Dia kuda yang memang kuat dan selalu siap untuk berlari. Dia juga tidak terkalahkan setelah naik Kelas C. Ini saya juga masih sedih sekali,” ujar Pemilik Red Stone Stable, Bagus Hariyanto.
Musibah tak terduga ini langsung dikomunikasikan kepada sang pemilik, Aryo Djojohadikusumo. Dengan penuh kebesaran hati, Aryo memahami bahwa kejadian tragis ini murni sebuah musibah.
Sebuah momen haru pun sempat tercipta menjelang detik-detik terakhir hidup sang kuda. Melalui sambungan video call, Aryo menyempatkan diri untuk menyapa dan melepas Arceus secara langsung.
”Tadi pas Pak Aryo video call tunggu Arceus napas terakhir. Jadi nunggu Pak Aryo lihat dahulu baru Arceus pergi,” katanya.
Indikasi awal dari dokter hewan yang datang ke lokasi menunjukkan bahwa benturan keras saat jatuh menjadi penyebab utama kematian. Hasil otopsi lengkap dijadwalkan keluar pada Rabu sore untuk memastikan secara detail kondisi medis sang kuda.
Kini, riuh langkah kaki dan ketangguhan Arceus Nagari di lintasan hanya akan menjadi kenangan manis.
Pihak pengelola telah mempersiapkan peristirahatan terakhir bagi kuda tak terkalahkan di Kelas C tersebut di area sekitar Tegalwaton, menutup perjalanan panjang sang kuda tangguh yang pergi terlalu cepat.







