“Alhamdulillah kejuaraan berjalan lancar, meskipun dari sisi target jumlah negara belum tercapai dan hanya perwakilan asal Taiwan yang hadir, namun dari segi peserta domestik tercatat 84 atlet asal 13 Provinsi hadir untuk berkompetisi,”
Olahraga berkuda memanah (horseback archery) di Indonesia terus menunjukkan tren positif dalam pembinaan dan regenerasi atlet.
Langkah nyata ini dibuktikan dengan adanya kompetisi bergengsi Liga Memanah Berkuda Indonesia (LMBI) Series 2 2026 di Bandung, Jawa Barat.
Acara ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Deri Asta, selaku Ketua Komisi Horseback Archery & Tent Pegging Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP PORDASI).
Kehadiran Deri menegaskan komitmen penuh federasi dalam memperluas ruang kompetisi serta memperkuat fondasi pembinaan atlet di tanah air.
Melalui gelaran LMBI Series 2 2026 ini, diharapkan akan lahir talenta-talenta pemanah berkuda baru yang tangguh dari berbagai daerah di Indonesia.
Menariknya, kompetisi ini tidak hanya berfokus pada mereka yang sudah mahir di atas pelana. Hadirnya kelas ground atau memanah di atas tanah menjadi bagian krusial dari sistem kaderisasi yang dirancang PORDASI. Kelas ini berfungsi sebagai tahap awal bagi para pemula untuk membangun dasar teknik memanah yang solid sebelum mereka naik level ke tantangan berikutnya: memanah sambil berkuda.
Untuk memastikan kualitas kompetisi, beberapa nomor yang dipertandingkan dalam LMBI Series 2 2026 telah disesuaikan dengan PO-13 Horseback Archery & Tent Pegging PP PORDASI.
Dengan mengacu pada regulasi resmi tersebut, pelaksanaan kompetisi berjalan dengan lebih terarah, terukur, dan selaras dengan pedoman besar pembinaan olahraga berkuda memanah nasional.
Dengan semangat pembinaan yang berkelanjutan ini, olahraga horseback archery diharapkan bisa semakin populer di tengah masyarakat luas. Tidak sekadar menjadi hobi, olahraga pemanah berkuda ini ditargetkan mampu terus mencetak atlet-atlet berprestasi yang siap mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Diketahui, Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan selama dua hari, mulai 31 Mei hingga 1 Juni 2026, bertempat di Venue Berkuda HBA Eco Pesantren Daarut Tauhiid, Parongpong, Bandung Barat, Jawa Barat.
Tidak hanya berfokus pada ketangkasan di atas pelana, kejuaraan kali ini juga menyajikan variasi kompetisi yang menarik. Selain menggelar kelas utama Horseback Archery (HBA) atau memanah berkuda, panitia juga mempertandingkan kategori Ground Archery (panahan tradisional tanpa kuda).
Ketua Penyelenggara LMBI Series 2, Ronald Regenth, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara ini. Meski partisipasi dari mancanegara belum memenuhi target awal, skala domestik menunjukkan antusiasme yang sangat luar biasa.
“Alhamdulillah kejuaraan berjalan lancar, meskipun dari sisi target jumlah negara belum tercapai dan hanya perwakilan asal Taiwan yang hadir, namun dari segi peserta domestik tercatat 84 atlet asal 13 Provinsi hadir untuk berkompetisi,” ujar Ronald.
Lebih dari sekadar kompetisi, LMBI Series 2 tahun ini mengemban misi besar untuk merevolusi kualitas turnamen HBA di tanah air.
Ronald menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk meningkatkan standarisasi kejuaraan sesuai dengan Peraturan Organisasi (PO) 13.
Aturan tersebut merupakan regulasi terbaru yang diterapkan oleh Komisi HBA dan Tent Pegging Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP PORDASI) pada tahun 2026 ini. PO 13 dinilai sangat krusial karena mengadopsi standar regulasi pertandingan di level internasional.
“Kami akan berusaha untuk meningkatkan standarisasi di setiap event yang akan Kami selenggarakan kedepannya. Semua bertujuan untuk meningkatkan kualitas kejuaraan serta menerapkan animal welfare (kesejahteraan hewan) yang lebih baik lagi sesuai standar internasional,” imbuhnya.
Sebagai informasi, kelas-kelas yang dipertandingkan dalam kejuaraan tersebut adalah Beginner Class, Women Class, Junior Class Raid 233, Junior Class Circle Track, Amateur Class, dan Professional Class.








