“Meskipun yang hadir 14 provinsi, dua pertiga atau lebih dari 60 persen kuda yang hadir di sini tuh semua kelahiran Tompaso, kelahiran Sulawesi Utara,”
Di balik sengitnya persaingan Indonesia’s Horse Racing (IHR) Kejurnas Pacuan Kuda PORDASI ke-60 Seri II di Gelanggang Pacuan Kuda Maesa Tompaso, Sulawesi Utara, tersimpan fakta menarik.
Lebih dari 60 persen kuda yang bertanding pada gelaran Sabtu (24/10/2026) tersebut ternyata merupakan hasil pembiakan peternak lokal Sulawesi Utara.
Ketua Umum PP PORDASI, Aryo Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa meskipun kejuaraan nasional ini diikuti kontingen dari 14 provinsi, mayoritas kuda yang berlaga di lintasan adalah kelahiran Tompaso dan sekitarnya.
“Meskipun yang hadir 14 provinsi, dua pertiga atau lebih dari 60 persen kuda yang hadir di sini tuh semua kelahiran Tompaso, kelahiran Sulawesi Utara,” ujar Aryo.
Fakta ini menegaskan bahwa Sulawesi Utara tidak hanya sukses memosisikan diri sebagai tuan rumah, tetapi juga memegang peran strategis sebagai benteng utama pembibitan (breeding) kuda pacu nasional. Kuda-kuda hasil pembiakan peternak lokal terbukti mampu bersaing dan mengisi peta kekuatan persaingan di berbagai ajang nasional.
Melihat besarnya potensi tersebut, PORDASI berkomitmen untuk menambah frekuensi kejuaraan di Sulawesi Utara. Langkah ini diambil guna memperkuat iklim kompetisi sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi peternak lokal untuk meningkatkan kualitas ganjaran serta memperluas jangkuan pasar.
Aryo menegaskan, pengembangan pacuan kuda nasional termasuk rencana strategis pembangunan trek berstandar internasional di Jakarta tidak bisa dilepaskan dari kontribusi besar Sulawesi Utara.
”Jadi acara akan lebih sering, lebih banyak, dan lebih mengedepankan lagi peternak-peternak dari seluruh Sulawesi Utara,” tegas Aryo.
Dampak positif dari menggeliatnya olahraga ini mulai dirasakan pada sektor ekonomi. Meningkatnya antusiasme pemilik kuda baru turut mendongkrak harga kuda di berbagai daerah, yang menjadi peluang emas bagi peternak untuk mengembangkan usaha serta meningkatkan nilai jual hasil ternak mereka.
Langkah pengembangan fasilitas berkuda di Tompaso, Manado, dan wilayah lainnya ini juga berjalan beriringan dengan dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus.
Penguatan infrastruktur dan kontinuitas ajang diharapkan semakin memperkokoh posisi Sulawesi Utara sebagai episentrum peternakan dan pacuan kuda Indonesia.
Potensi besar di sektor pembiakan tersebut terbukti sejalan dengan torehan prestasi di lintasan. Pada Seri II Kejurnas PORDASI ke-60, kontingen Sulawesi Utara tampil dominan dengan mengumpulkan 91 poin.
Tambahan angka tersebut menggenapi raihan 58 poin yang sebelumnya diraih pada Seri I di Pangandaran. Dengan total akumulasi 149 poin, Sulawesi Utara secara resmi mengukuhkan diri sebagai Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda PORDASI 2026.
Dominasi lebih dari 60 persen kuda kelahiran lokal serta gelar juara umum ini menjadi bukti nyata bahwa kekuatan pacuan kuda nasional tidak sekadar berpusat pada arena pertandingan, melainkan bertumpu pada fondasi peternak lokal Tompaso yang konsisten melahirkan kuda-kuda berprestasi.




