berkudanews.com
  • Home
  • News
  • Sisi Lain
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Sisi Lain
No Result
View All Result
berkudanews.com

Sejarah Arena Pacuan Kuda Mangkunegaran, Dulunya di Stasiun Solo Balapan

by Redaksi Penulis
in Berita Nasional, Berita Utama, Berkuda, Pacuan Kuda
0
Home Berita Nasional

Mengetik kata kunci “Stasiun Balapan” di mesin pencarian, justru lebih dulu muncul lirik lagu legendaris milik Didi Kempot. Lagu itu melekat kuat dengan romantisme perpisahan di Kota Solo.

Namun jauh sebelum dikenal sebagai simpul transportasi dan inspirasi tembang patah hati, kawasan tersebut menyimpan sejarah panjang sebagai arena pacuan kuda kebanggaan Pura Mangkunegaran.

Dilansir dari berbagai sumber, ratusan tahun silam area yang kini menjadi Stasiun Solo Balapan bukanlah tempat hilir mudik kereta api. Kawasan itu merupakan lapangan pacuan kuda milik Pura Mangkunegaran. Dari aktivitas “balapan” kuda inilah kelak nama Balapan melekat dan bertahan hingga kini.

Tak hanya menjadi arena adu cepat, lokasi tersebut juga dimanfaatkan sebagai tempat latihan berkuda oleh Legiun Mangkunegaran, satuan militer elite praja Mangkunegaran.

Legiun ini dibentuk pada masa pemerintahan Mangkunegara II pada 1808. Terinspirasi kekuatan militer modern Eropa seperti pasukan Grande Armée yang dipimpin Napoleon Bonaparte, Mangkunegara II membangun pasukan dengan struktur, taktik, hingga persenjataan bergaya Prancis.

Embrionya berasal dari pasukan gerilya setia Mangkunegara I atau Pangeran Sambernyawa. Dari tradisi militer inilah lahir satuan infanteri, kavaleri, dan artileri berkekuatan sekitar 1.150 personel.

Lapangan Balapan menjadi saksi latihan kavaleri yang gagah, sebelum kemudian mereka juga berlatih di kawasan yang kini dikenal sebagai Taman Monumen Banjarsari (dahulu Vila Park).

Memasuki era modern, fungsi lapangan Balapan berubah drastis. Pada masa pemerintahan Mangkunegara IV, tepatnya 1866, pembangunan stasiun kereta api dimulai dan rampung pada 1870. Kehadiran jalur kereta Semarang-Vorstenlanden pada 1871 menandai babak baru transportasi di Solo.

Dibangun oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), Stasiun Balapan bersama Stasiun Purwosari menjadi penggerak mobilitas baru, menggantikan cikar, andhong, hingga perahu Bengawan Solo yang dianggap tak lagi efisien.

Stasiun ini bahkan menjadi simpul penting lintas kota di Jawa. Penumpang dari Batavia, Surabaya, Yogyakarta, dan Semarang hampir selalu singgah di Balapan. Tak heran jika pada awal abad ke-20 muncul sebutan Solo sebagai “jantungnya Pulau Jawa”.

Sentuhan arsitektur pun memperkuat identitasnya.
Pada 1927, ruang lobi dipercantik oleh arsitek kenamaan Thomas Karsten yang memadukan unsur Barat dan Timur. Namun di balik modernisasi itu, jejak sejarah pacuan kuda tak benar-benar hilang, ia hanya berpindah tempat.

Seiring pembangunan stasiun, arena pacuan kuda dipindahkan ke kawasan Manahan. Kini dikenal dengan Stadion Manahan, wilayah tersebut dulunya memiliki akar sejarah berbeda.

Nama Manahan diyakini berkaitan dengan persinggahan Ki Ageng Pamanahan, tokoh penting awal Mataram Islam. Kawasan itu semula menjadi lokasi latihan memanah keluarga bangsawan Mangkunegaran yang gemar berburu hingga Alas Kethu Wonogiri.

Pada 1932, ketika Pakubuwono X dari Kasunanan memajukan olahraga dan ruang rekreasi di Sriwedari, Praja Mangkunegaran tak ingin tertinggal.

Lapangan Manahan pun dibangun luas dan dilengkapi tribun untuk arena pacuan kuda-melanjutkan tradisi balapan yang telah berakar sejak era Balapan lama.

Hari ini, Stasiun Balapan dikenal sebagai ikon transportasi sekaligus simbol romantisme lewat lagu Didi Kempot. Namun di balik rel dan peronnya, tersimpan cerita tentang derap kuda, latihan kavaleri, dan ambisi modernisasi kerajaan Jawa.

Tags: BerkudakudaLegiun MangkunegaranMangkunegaranPacu KudaPacuan KudaPacuan Kuda Mangkunegaransolostasiun balapanStasiun Solo Balapan
Previous Post

Usai Boyong Perak di SEA Games, Asian Games 2026 jadi Incaran Rider Karen Leticia, Apa Target Medali Berikutnya?

Next Post

Sejak Kecil Hobi Berkuda, Impian Terbesar Rider Karen Leticia jadi Pelatih, Mengapa?

Next Post
Usai Boyong Perak di SEA Games, Asian Games 2026 jadi Incaran Rider Karen Leticia, Apa Target Medali Berikutnya?

Sejak Kecil Hobi Berkuda, Impian Terbesar Rider Karen Leticia jadi Pelatih, Mengapa?

Optimisme Pordasi di 2026: Berkuda Memanah Indonesia Siap Go Internasional!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dokumentasi Instagram PP Pordasi

Ikuti Kelas Jumping di Arthayasa Open 2026, Begini Cerita Teuku Rifat Renanda Harsya dan Aisha Maydina Hakim

May 12, 2026
IHR Piala Raja Mangkunegaran & BOARD Triple Crown Serie 2 2026: Padukan Olahraga, Nilai Budaya, dan Hiburan Modern

IHR Piala Raja Mangkunegaran & BOARD Triple Crown Serie 2 2026: Padukan Olahraga, Nilai Budaya, dan Hiburan Modern

May 12, 2026
Jegal Maxi of Khalim, Kuda Saga Serumpun Rebut Gelar Juara IHR Triple Crown Serie 2 2026 di Tegalwaton Semarang

Jegal Maxi of Khalim, Kuda Saga Serumpun Rebut Gelar Juara IHR Triple Crown Serie 2 2026 di Tegalwaton Semarang

May 11, 2026
Kuda Princess Gavi Juara Piala Mangkunegaran, Naga Sembilan Gagal Bertanding

Kuda Princess Gavi Juara Piala Mangkunegaran, Naga Sembilan Gagal Bertanding

May 11, 2026
Terkait PO 13, PP Pordasi Sebut Gerbang Menuju Prestasi Olahraga HBA dan Tent Pegging di Tingkat Internasional

Terkait PO 13, PP Pordasi Sebut Gerbang Menuju Prestasi Olahraga HBA dan Tent Pegging di Tingkat Internasional

February 25, 2026
IHR Piala Raja Mangkunegaran & BOARD Triple Crown Serie 2 2026: Padukan Olahraga, Nilai Budaya, dan Hiburan Modern

IHR Piala Raja Mangkunegaran & BOARD Triple Crown Serie 2 2026: Padukan Olahraga, Nilai Budaya, dan Hiburan Modern

0
Dokumentasi Instagram PP Pordasi

Ikuti Kelas Jumping di Arthayasa Open 2026, Begini Cerita Teuku Rifat Renanda Harsya dan Aisha Maydina Hakim

0
Jegal Maxi of Khalim, Kuda Saga Serumpun Rebut Gelar Juara IHR Triple Crown Serie 2 2026 di Tegalwaton Semarang

Jegal Maxi of Khalim, Kuda Saga Serumpun Rebut Gelar Juara IHR Triple Crown Serie 2 2026 di Tegalwaton Semarang

0
Kuda Princess Gavi Juara Piala Mangkunegaran, Naga Sembilan Gagal Bertanding

Kuda Princess Gavi Juara Piala Mangkunegaran, Naga Sembilan Gagal Bertanding

0
Ditonton Ribuan Orang, 147 Kuda dari Berbagai Daerah ikuti IHR 2026 di Tegalwaton Semarang

Ditonton Ribuan Orang, 147 Kuda dari Berbagai Daerah ikuti IHR 2026 di Tegalwaton Semarang

0
IHR Piala Raja Mangkunegaran & BOARD Triple Crown Serie 2 2026: Padukan Olahraga, Nilai Budaya, dan Hiburan Modern

IHR Piala Raja Mangkunegaran & BOARD Triple Crown Serie 2 2026: Padukan Olahraga, Nilai Budaya, dan Hiburan Modern

May 12, 2026
Dokumentasi Instagram PP Pordasi

Ikuti Kelas Jumping di Arthayasa Open 2026, Begini Cerita Teuku Rifat Renanda Harsya dan Aisha Maydina Hakim

May 12, 2026
Jegal Maxi of Khalim, Kuda Saga Serumpun Rebut Gelar Juara IHR Triple Crown Serie 2 2026 di Tegalwaton Semarang

Jegal Maxi of Khalim, Kuda Saga Serumpun Rebut Gelar Juara IHR Triple Crown Serie 2 2026 di Tegalwaton Semarang

May 11, 2026
Kuda Princess Gavi Juara Piala Mangkunegaran, Naga Sembilan Gagal Bertanding

Kuda Princess Gavi Juara Piala Mangkunegaran, Naga Sembilan Gagal Bertanding

May 11, 2026
Ditonton Ribuan Orang, 147 Kuda dari Berbagai Daerah ikuti IHR 2026 di Tegalwaton Semarang

Ditonton Ribuan Orang, 147 Kuda dari Berbagai Daerah ikuti IHR 2026 di Tegalwaton Semarang

May 11, 2026

Popular

  • IHR Piala Raja Mangkunegaran & BOARD Triple Crown Serie 2 2026: Padukan Olahraga, Nilai Budaya, dan Hiburan Modern

    IHR Piala Raja Mangkunegaran & BOARD Triple Crown Serie 2 2026: Padukan Olahraga, Nilai Budaya, dan Hiburan Modern

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ikuti Kelas Jumping di Arthayasa Open 2026, Begini Cerita Teuku Rifat Renanda Harsya dan Aisha Maydina Hakim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jegal Maxi of Khalim, Kuda Saga Serumpun Rebut Gelar Juara IHR Triple Crown Serie 2 2026 di Tegalwaton Semarang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuda Princess Gavi Juara Piala Mangkunegaran, Naga Sembilan Gagal Bertanding

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ditonton Ribuan Orang, 147 Kuda dari Berbagai Daerah ikuti IHR 2026 di Tegalwaton Semarang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Recent Posts

  • IHR Piala Raja Mangkunegaran & BOARD Triple Crown Serie 2 2026: Padukan Olahraga, Nilai Budaya, dan Hiburan Modern
  • Ikuti Kelas Jumping di Arthayasa Open 2026, Begini Cerita Teuku Rifat Renanda Harsya dan Aisha Maydina Hakim
  • Jegal Maxi of Khalim, Kuda Saga Serumpun Rebut Gelar Juara IHR Triple Crown Serie 2 2026 di Tegalwaton Semarang

Recent News

IHR Piala Raja Mangkunegaran & BOARD Triple Crown Serie 2 2026: Padukan Olahraga, Nilai Budaya, dan Hiburan Modern

IHR Piala Raja Mangkunegaran & BOARD Triple Crown Serie 2 2026: Padukan Olahraga, Nilai Budaya, dan Hiburan Modern

May 12, 2026
Dokumentasi Instagram PP Pordasi

Ikuti Kelas Jumping di Arthayasa Open 2026, Begini Cerita Teuku Rifat Renanda Harsya dan Aisha Maydina Hakim

May 12, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2026 Berkuda News

  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Sisi Lain

© 2026 Berkuda News