Olahraga tradisional dan panahan berkuda (horseback archery) Indonesia semakin mendapat pengakuan di kancah global.
Menukil unggahan Instagram @mustain11, tokoh olahraga tradisional Akhmad Mustain secara resmi mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi The 8th Ethnosport Forum yang diselenggarakan di Antalya, Turki, pada 3-5 April 2026.
Visi Ethnosports 2027
Menurut informasi resmi dari World Ethnosport Union (WEU), forum tingkat dunia ini mempertemukan para menteri olahraga, akademisi, serta perwakilan federasi dari berbagai negara.
Agenda strategis tersebut juga dihadiri langsung oleh Presiden WEU, Necmeddin Bilal Erdoğan.
Fokus utama pertemuan ini mengusung visi “Ethnosports 2027: Local to Globe”. Visi tersebut menjadi langkah awal persiapan ajang multi-cabang olahraga tradisional terbesar di dunia, yang dirancang tidak hanya untuk kompetisi, tetapi juga sebagai diplomasi perdamaian.
Standar Kompetisi Internasional
Dalam pertemuan tersebut, pihak WEU menekankan pentingnya penguatan tata kelola olahraga tradisional.

Pembahasan tidak sekadar berpusat pada cara bermain, melainkan pada kolaborasi antarnegara anggota dalam pengembangan manajemen, standardisasi sistem kompetisi, dan strategi pemasaran olahraga tradisional di kancah global.
Berbagai cabang populer yang sudah berada di bawah naungan WEU, seperti panahan berkuda, gulat tradisional, dan mas-wrestling, dibahas secara komprehensif.
Pembuatan standar baku ini sangat diperlukan agar olahraga warisan tersebut dapat dipertandingkan secara adil dan resmi antarnegara.
Misi Budaya Indonesia
Kehadiran delegasi Indonesia membawa misi penting dalam mengangkat kekayaan olahraga tradisional ke level dunia.
Melalui kapasitasnya sebagai representasi Indonesian Horseback Archery Association dan penggerak olahraga tradisional di Tanah Air, Akhmad Mustain turut mendorong agar olahraga warisan Nusantara, khususnya panahan berkuda semakin diakui dan memiliki standar kompetisi internasional.
Langkah strategis ini dinilai krusial untuk menjaga eksistensi warisan budaya di tengah arus modernisasi.
Dengan tata kelola dan pemasaran yang baik, olahraga tradisional diharapkan dapat kembali memikat generasi muda, menarik sponsor internasional, sekaligus menjadi jembatan dialog lintas negara ditengah dinamika global saat ini.










