”Awalnya karena orang tua merasa anak-anaknya harus punya keterampilan khusus untuk masa depan. Begitu mencoba, saya langsung jatuh cinta dan konsisten berlatih,”
Di dunia berkuda equestrian Indonesia, nama Sausan Intan atau yang akrab disapa Ucan bukanlah sosok baru. Memasuki usia 24 tahun, ia mempunyai target tinggi untuk musim 2026 ini.
Perjalanan Ucan di pelana kuda bermula dari filosofi keluarga yang unik. Orang tuanya meyakini bahwa berkuda bukan sekadar hobi, melainkan skill khusus yang relevan untuk menghadapi tantangan zaman, sekaligus menjalankan olahraga sunnah.
”Awalnya karena orang tua merasa anak-anaknya harus punya keterampilan khusus untuk masa depan. Begitu mencoba, saya langsung jatuh cinta dan konsisten berlatih,” ungkap Ucan kepada Berkudanews, Sabtu (2/5/2026).
Setelah sempat menapaki berbagai jenjang kompetisi, Ucan kini fokus mempersiapkan diri untuk kembali bersaing di kelas Advance dan Prix St. Georges pada tahun 2026.
Lebih dari sekadar mengejar medali, Ucan memiliki ambisi jangka panjang untuk memiliki stable sendiri.
“Sekarang usia saya 24 tahun, untuk 2026 saya berharap pelan-pelan bisa kembali bertanding di kelas advance dan prix st george lagi,” kata dia.
”Ke depannya, saya berharap industri berkuda di Indonesia semakin meningkat kualitasnya, didukung oleh fasilitas yang memadai serta standarisasi kesejahteraan hewan yang lebih diperhatikan,” imbuhnya.









