“Lima hari yang lalu saya dipanggil Pak Presiden ke Hambalang. Salah satu bahasannya adalah beliau akan membangun pacuan kuda berskala internasional di Sulut,”
Dunia pacuan kuda Indonesia bersiap memasuki babak baru. Presiden RI Prabowo Subianto merencanakan pembangunan gelanggang pacuan kuda berskala internasional di Sulawesi Utara (Sulut). Langkah strategis ini diharapkan mampu mendongkrak prestasi nasional sekaligus membuka jalan bagi kuda pacu, joki, dan pelatih lokal untuk berkiprah di panggung dunia.
Rencana tersebut diungkapkan oleh Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, usai memenuhi panggilan Presiden Prabowo di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
“Lima hari yang lalu saya dipanggil Pak Presiden ke Hambalang. Salah satu bahasannya adalah beliau akan membangun pacuan kuda berskala internasional di Sulut,” ujar Yulius dikutip dari Sarga.co,Rabu (28/10/2026).
Wacana pembangunan fasilitas megah ini mencuat seiring keberhasilan manis kontingen Sulawesi Utara yang mencatatkan sejarah sebagai juara umum pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda Pordasi ke-60.
Sulawesi Utara berhasil mengamankan gelar juara umum dan memboyong Piala Presiden setelah mengumpulkan total 149 poin dari akumulasi Seri I di Pangandaran, Jawa Barat, dan Seri II di Tompaso, Sulawesi Utara. Posisi kedua ditempati Jawa Barat dengan 44,5 poin, disusul Papua Selatan (39,5 poin), Jawa Tengah (33,5 poin), dan DKI Jakarta (24 poin).
“Sulut juara umum dan meraih Piala Presiden, ini sejarah,” tegas Yulius.
Yulius menilai torehan prestasi ini harus dijadikan momentum emas untuk memperkuat sistem pembinaan dan meningkatkan kualitas olahraga berkuda di daerah.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berkomitmen penuh memberikan dukungan, baik melalui perbaikan fasilitas maupun peningkatan kapasitas joki, atlet, dan pelatih.
Dukungan tersebut juga mencakup penguatan seluruh ekosistem pacuan kuda di Sulut, mulai dari pemilik kuda, peternak, hingga pengelola stable.
“Kita yakin kuda-kuda Sulut, joki dan pelatih tidak hanya akan tinggal di sini, akan tetapi go international,” lanjutnya optimis.
Hadirnya gelanggang bertaraf internasional ini diproyeksikan menjadi fasilitas vital dalam menggelar kompetisi berkualitas tinggi serta memberikan pengalaman bertanding dengan standar global bagi para atlet lokal.
Meski demikian, rincian teknis mengenai pembangunan arena tersebut termasuk kepastian lokasi, desain arsitektur, jadwal pelaksanaan, hingga alokasi anggaran masih menunggu informasi resmi lebih lanjut dari pemerintah.




