”Soal pakan, komposisi dan asupan gizinya harus benar-benar mencukupi,”
Menyiapkan seekor kuda untuk ajang ketangkasan atau eventing bukanlah perkara mudah. Kuda yang berlaga di arena tidak hanya menuntut ketangkasan sang rider, tetapi juga performa fisik kuda yang prima.
Drh. Yusuf Adi Nugroho, seorang dokter hewan yang berpraktik di Kota Bandung sekaligus penunggang kuda aktif, membagikan wawasan mendalam mengenai kunci perawatan kuda atlet agar tetap sehat dan berprestasi.
Menurut Dokter Adi, kuda yang dipersiapkan untuk kompetisi membutuhkan perhatian dan perawatan khusus dibanding kuda biasa. Salah satu pilar utama dalam perawatan harian adalah manajemen pakan.
”Soal pakan, komposisi dan asupan gizinya harus benar-benar mencukupi,” kata Adi kepada Berkudanews.
Bagi kuda yang digunakan untuk eventing, kebutuhan energi dan nutrisi meningkat signifikan. Komposisi gizi yang tepat akan berdampak langsung pada daya tahan, kekuatan, serta performa keseluruhan kuda saat berada di lapangan.
Selain pemenuhan nutrisi harian, Adi memberikan perhatian besar pada aspek yang sering kali luput namun sangat krusial yakni kesehatan kuku dan kondisi tapal kuda.
”Kebersihan kuku kuda harus selalu diperhatikan setiap hari. Jika kuku kotor dan terjadi infeksi, hal itu langsung memicu penurunan performa kuda,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya rutin memeriksa kelayakan sepatu kuda. Sepatu kuda yang aus atau tidak diganti secara berkala dapat mengubah tumpuan dan biomekanika gerak, yang berisiko tinggi memicu cedera serius saat latihan maupun bertanding.
Baginya, perpaduan antara asupan nutrisi yang terukur dan perawatan kuku yang disiplin adalah modal mendasar agar sang atlet berkaki empat ini dapat tampil maksimal tanpa membahayakan kesehatannya.





