Deru langkah kaki kuda dan debu yang membubung di lintasan balap selalu punya cara sendiri untuk memikat hati para pencinta pacuan kuda.
Suasana hangat dan dinamis itu siap menyelimuti Gelanggang Maesa Tompaso, Sulawesi Utara, pada 24 Oktober mendatang.
Arena legendaris ini akan menjadi saksi meletupnya semangat generasi anyar dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda PORDASI ke-60 Seri II 2026.
Di tengah sengitnya persaingan antarkontingen, perhatian tertuju pada Kelas 3 Tahun Calon Derby 1.400 Meter.
Kategori ini bukan sekadar panggung perlombaan untuk memperebutkan total hadiah senilai Rp45 juta, melainkan sebuah kawah candradimuka bagi sembilan kuda muda potensial dari tiga provinsi Sulawesi Utara, Papua Selatan, dan Kalimantan Selatan.
Bagi kuda-kuda belia yang baru menapakkan kakinya di lanskap kompetisi nasional, jarak 1.400 meter adalah ujian yang lengkap. Lintasan ini akan menguji ledakan kecepatan awal saat gate terbuka, kecermatan joki mengatur tempo pernapasan kuda, hingga mentalitas sang atlet saat beradu ketat di lurus terakhir.
Balapan ini sekaligus menjadi tirai pembuka untuk membaca peta kekuatan calon Derby musim 2027 mendatang.
Sebagai tuan rumah, Sulawesi Utara tampil penuh percaya diri dengan menurunkan lima wakil andalannya yakni Paco Eclipse, Alarcos KF, Sprinter Taurut, Astorga Nagari, dan Orlaith Shaqir.
Namun, langkah wakil tuan rumah dipastikan tidak akan berjalan mudah. Kontingen Papua Selatan siap memberikan kejutan manis lewat dua jagoannya, Pusako BB dan Alarcon BB.
Tak ketinggalan, Kalimantan Selatan turut membawa semangat membara dengan menyiagakan P. Awesome serta P. Bless di garis start.
Berikut hasil drawing lengkap Kelas 3 Tahun Calon Derby 1.400 Meter:
- Pusako BB dari Papua Selatan, Gate 3
- Alarcon BB dari Papua Selatan, Gate 2
- Sprinter Taurut dari Sulawesi Utara, Gate 7
- Orlaith Shaqir dari Sulawesi Utara, Gate 9
- Paco Eclipse dari Sulawesi Utara, Gate 1
- Alarcos KF dari Sulawesi Utara, Gate 6
- P. Awesome dari Kalimantan Selatan, Gate 4
- P. Bless dari Kalimantan Selatan, Gate 5
- Astorga Nagari dari Sulawesi Utara, Gate 8
Kelas 3 Tahun Calon Derby bukan sekadar perlombaan untuk memperebutkan hadiah. Ajang ini menjadi kesempatan penting bagi kuda-kuda muda yang baru memasuki usia pacuan untuk merasakan atmosfer kompetisi dan menguji kemampuan di lintasan nasional.
Meski persaingan utama Kejurnas juga berfokus pada kuda berdasarkan kelompok ketinggian, kelas usia seperti Calon Derby memberikan ruang bagi generasi berikutnya untuk berkembang dan menunjukkan potensinya.
Jarak 1.400 meter akan menguji kecepatan, respons saat start, serta kemampuan para joki mengatur posisi sepanjang perlombaan.
Hasilnya juga dapat menjadi gambaran awal kekuatan calon peserta Derby pada musim 2027, meski performa dalam satu balapan belum menentukan hasil kompetisi mendatang. Dengan sembilan kuda muda dari tiga daerah, pertarungan di Maesa Tompaso layak dinantikan.





