”Jadikan kejuaraan ini sebagai kesempatan untuk belajar, meningkatkan kemampuan, dan membangun mental juara,”
Kejuaraan Berkuda Equestrian Piala Wali Kota Medan Tahun 2026 menjadi momentum krusial untuk memperkuat pembinaan atlet sekaligus mendorong perkembangan olahraga berkuda di Kota Medan.
Ajang yang diinisiasi oleh Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kota Medan ini sukses digelar di Taman Cadika Medan pada Sabtu–Minggu 10–11 Oktober 2026.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, yang diwakili oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Medan, T. Chairuniza, menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya kejuaraan tersebut.
Menurutnya, kompetisi ini tidak sekadar ajang perebutan piala, melainkan wadah bagi para atlet untuk menguji kemampuan, menambah pengalaman bertanding, dan membangun ekosistem olahraga berkuda yang berkelanjutan.
”Jadikan kejuaraan ini sebagai kesempatan untuk belajar, meningkatkan kemampuan, dan membangun mental juara,” ujar T. Chairuniza saat membacakan sambutan Wali Kota Medan.
Wali Kota juga berpesan agar para peserta bertanding dengan menjunjung tinggi nilai disiplin, sportivitas, dan tanggung jawab. Selain itu, pihak panitia diminta untuk tetap memprioritaskan keselamatan, ketertiban, serta kesejahteraan penanganan kuda selama kompetisi berlangsung.
Berdasarkan laporan panitia, kejuaraan ini diikuti oleh 18 atlet dan 14 ekor kuda yang berasal dari berbagai stable di Sumatera Utara dan Jawa Barat. Mempertandingkan 7 kelas mencakup kategori Dressage, Preliminary, dan Show Jumping, event ini mencatatkan total 39 entri.
Kehadiran masyarakat sekitar yang antusias menyaksikan secara langsung aksi para atlet dan kuda-kuda andalan makin menyemarakkan suasana. Momen ini sekaligus menjadi sarana edukasi bagi warga Kota Medan untuk lebih dekat mengenal olahraga equestrian.
Sementara itu, Ketua Pordasi Medan, M. Amsar Ramzie, menegaskan bahwa kejuaraan ini memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pembinaan atlet berkuda sekaligus memperluas kesempatan bagi para rider untuk berkompetisi.
Atas nama keluarga besar Pordasi Medan, Amsar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemko Medan, jajaran Pordasi, para atlet, ofisial, sponsor, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kejuaraan tersebut.
Menurut Amsar, kompetisi ini bukan hanya tentang memperebutkan piala dan meraih kemenangan. Lebih dari itu, kejuaraan menjadi wadah pembinaan untuk membentuk generasi muda yang disiplin, tangguh, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi sportivitas.
Ia berharap Piala Wali Kota Medan dapat menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan atlet lokal sehingga semakin banyak rider potensial yang mampu bersaing dan membawa nama Kota Medan, bahkan Indonesia, ke tingkat yang lebih tinggi.
“Kepada seluruh atlet, bertandinglah dengan penuh semangat, junjung tinggi kejujuran dan sportivitas, patuhi peraturan pertandingan, serta utamakan keselamatan. Jadikan pertandingan ini sebagai kesempatan untuk belajar, berkembang, dan menunjukkan kemampuan terbaik,” tutupnya.
Selain menjadi arena adu kemampuan dan ketangkasan, kejuaraan ini juga diharapkan mempererat silaturahmi antar-stable, rider, serta komunitas equestrian.
Melalui penyelenggaraan Piala Wali Kota Medan 2026, Pordasi Medan berharap pembinaan olahraga berkuda semakin berkembang dan mampu menciptakan jalur kompetisi yang mendorong peningkatan prestasi atlet secara berkelanjutan.
Dengan dukungan pemerintah, organisasi olahraga, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan, olahraga berkuda di Kota Medan diharapkan semakin diminati generasi muda serta mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang membanggakan daerah dan Indonesia.




