Semarak menyambut Indonesia’s Horse Racing (IHR) Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda (Kejurnas) PORDASI Ke-60 Seri II 2026 kian terasa di Tompaso, Sulawesi Utara.
Sebagai tuan rumah, penataan tak hanya berfokus pada Gelanggang Pacuan Kuda Maesa tempat arena perlombaan akan berlangsung. Sudut-sudut bersejarah di Kota Tompaso pun turut dipercantik, salah satunya Monumen Patung Milord.
Patung yang didirikan untuk mengenang kuda pacu legendaris asal Tanah Minahasa tersebut baru saja selesai menjalani perawatan dan pengecatan ulang.
Berdasarkan unggahan sang joki setia, Jones Paendong, warna patung kini kembali menyala dan berdiri gagah di bawah terik sinar matahari, siap menyapa para tamu dan pecinta pacuan kuda yang datang.
Monumen Milord sendiri memiliki nilai sentimental yang mendalam bagi masyarakat setempat. Lahir pada 16 Januari 2022 di Bendang Stable, Tompaso Barat, kuda bertubuh mungil ini pernah menjadi buah bibir nasional berkat deretan prestasi gemilang yang diraihnya di berbagai lintasan balap.
Atas inisiatif komunitas pecinta pacuan kuda Sulawesi Utara yang melihat potensi besarnya untuk Indonesia Derby 2025, patung ini kemudian digagas dan resmi diresmikan oleh Bupati Minahasa Robby Dondokambey bersama Wakil Bupati Vanda Sarundajang pada 5 Juni 2025.
Sayangnya, perjalanan karier sang juara harus terhenti secara tragis. Saat berlaga di ajang Jateng Derby pada Februari 2025, Milord mengalami kecelakaan fatal di lintasan yang turut mencederai sang joki, Jones Paendong. Insiden tersebut merenggut nyawa Milord tepat ketika ia tengah bersiap mengukir sejarah baru di kancah nasional.
Kini, setahun lebih setelah peresmiannya, pemugaran Monumen Milord bukan sekadar persiapan fisik menjelang gelaran Kejurnas PORDASI Ke-60.
Pembenahan patung ini menjadi simbol penghormatan atas dedikasi sang juara, sekaligus merawat semangat dan harapan bagi kebangkitan dunia pacuan kuda di Sulawesi Utara.






