Penurunan kualitas udara di sejumlah wilayah Indonesia belakangan ini kian menjadi perhatian masyarakat.
Selain disebabkan oleh kebakaran hutan, sebaran abu vulkanik dari erupsi gunung berapi seperti aktivitas Gunung Anak Krakatau turut memperburuk kondisi udara.
Dampak buruk ini tidak hanya dirasakan oleh manusia, tetapi juga pada hewan, khususnya kuda.
Kuda merupakan hewan obligate nasal breather, yaitu hewan yang hampir selalu bernapas menggunakan hidung. Karakteristik ini membuat kuda sangat bergantung pada fungsi paru-paru dan kebersihan udara di lingkungannya.
Paparan abu vulkanik yang mengandung partikel kecil serta bersifat abrasif dapat mengiritasi saluran pernapasan, terutama bagi kuda yang memiliki riwayat masalah kesehatan seperti equine asthma.
Saat kualitas udara menurun, beberapa gejala gangguan pernapasan pada kuda yang perlu diwaspadai antara lain batuk berulang, hidung berair atau berlendir, napas menjadi lebih cepat atau berat, serta penurunan stamina dan performa.
Jika gejala-gejala ini muncul, pemilik atau pengelola kandang diimbau untuk tidak menganggapnya sebagai batuk biasa.
Untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan, pengelola kandang dapat menerapkan beberapa langkah pencegahan berikut:
- Menjaga Kebersihan Kandang: Hindari menyapu area kandang dalam kondisi kering saat kuda berada di dalam. Gunakan metode damp cleaning atau membasahi area yang akan dibersihkan terlebih dahulu agar debu tidak beterbangan.
- Membatasi Aktivitas Luar Ruangan: Kurangi latihan berat saat indeks kualitas udara memburuk. Jika kuda harus berada di luar, penggunaan fly mask dapat membantu melindungi area mata dan wajah dari paparan debu.
- Menjaga Kualitas Pakan dan Air Minum: Debu dan abu dapat menempel pada pakan hijauan serta wadah air. Basahi pakan sebelum diberikan dan simpan pakan di tempat tertutup. Selain itu, bersihkan tempat minum secara berkala agar air tetap bersih.
- Menjaga Sirkulasi Udara: Walaupun paparan luar perlu dikurangi, kandang tidak boleh tertutup rapat hingga pengap karena dapat memicu masalah kesehatan baru.
Pemantauan secara berkala sangat penting dilakukan selama kondisi udara belum membaik. Apabila gejala gangguan pernapasan pada kuda terus berlanjut atau memburuk, segera hubungi dokter hewan untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.







