”Tidak ada pacuan kuda seindah ini, kedua setelah Inggris. Jadi kalau dibanding-bandingkan, Pangandaran top nomor satu. Jangan sampai diganti lokasi lagi,”
Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019
Susi Pudjiastuti menyebut, Gelanggang Pacuan Kuda Legok Jawa di Kabupaten Pangandaran sebagai arena pacuan kuda terbaik di Indonesia.
Pemandangan alam tepi pantai yang membingkai lintasan tersebut, dinilai sangat langka dan sulit ditandingi, bahkan hanya kalah dari arena pacuan di Inggris.
Hal ini ia sampaikan saat menghadiri Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Seri I Indonesia Derby 2026 di Gelanggang Pacuan Kuda Legok Jawa, Pangandaran, Minggu (26/7/2026).
”Tidak ada pacuan kuda seindah ini, kedua setelah Inggris. Jadi kalau dibanding-bandingkan, Pangandaran top nomor satu. Jangan sampai diganti lokasi lagi,” ujar Susi.
Menurut Susi, antusiasme masyarakat pada penyelenggaraan Indonesia Derby tahun ini melonjak drastis dibandingkan gelaran sebelumnya.
Tokoh Masyarakat Pangandaran ini memperkirakan jumlah pengunjung yang hadir mencapai sekitar 40 ribu orang.
”Sangat macet dan penuh sekali. Saya menghitung tahun ini ada 40 ribu orang, dua kali lipat pengunjung [sebelumnya], dan kendaraan mobil yang datang naik tiga kali lipat,” ungkapnya.
Tingginya keterlibatan warga menjadi bukti kuat bahwa Pangandaran adalah lokasi yang sangat ideal untuk kejuaraan berkuda tingkat nasional. Selain keunikan lintasannya, kultur masyarakat setempat juga sudah sangat lekat dengan olahraga ini sejak lama.
”Pangandaran itu tempat yang sangat cocok dan bagus. Masyarakatnya dari dulu sudah gemar, anak umur 10 tahun saja sudah menonton pacuan kuda. Sebuah event bisa berhasil kalau masyarakatnya akomodatif dan suportif,” tambahnya.
Melihat potensi besar tersebut, Susi sempat menyayangkan arena Legok Jawa pernah tidak beroperasi..
Ia menegaskan agar fasilitas ini terus dipertahankan sebagai markas utama pacuan kuda nasional (Indonesia’s Horse Racing).
”Sempat terhenti karena ditutup. Mudah-mudahan tidak boleh ada lagi yang mau menutup lokasi ini. Pangandaran itu luar biasa,” tegas Susi.
Lebih lanjut, Susi menekankan bahwa agenda olahraga nasional seperti ini memberikan dampak berantai yang nyata bagi perekonomian lokal, khususnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
”Walau mereka piknik, mereka tetap jajan. UMKM jalan, dan ekonomi masyarakat bisa bergeliat,” jelasnya.
Oleh karena itu, ia mendorong agar ajang pacuan kuda di Pangandaran bisa diagendakan lebih rutin, bahkan hingga tiga kali dalam setahun, guna memaksimalkan dampak ekonomi daerah serta membuka ruang pengembangan event yang lebih matang di masa depan.







