Persaingan di ajang Indonesia’s Horse Racing (IHR) Indonesia Derby 2026 dipastikan bakal menyedot perhatian publik olahraga berkuda tanah air.
Khususnya di Kelas 3 Tahun Remaja, persaingan musim ini menyajikan tensi tinggi yang tak kalah menggigit dari kelas utama Derby.
Musim 2026 menjadi bukti nyata bahwa batas kualitas antara Kelas Remaja dan Kelas Derby kini mulai memudar. Fenomena ini sebelumnya dibuktikan oleh Saga Serumpun yang sukses melesat ke kelas utama usai menjuarai Triple Crown Serie 2. Kini, panggung sorotan beralih pada dua nama besar yang mendominasi musim yakni Kana Eclipse dan Fiona of Khalim.
Rivalitas keduanya diwarnai jalan cerita yang kontras namun dramatis. Kana Eclipse, kuda andalan Eclipse Stable, sempat menggebrak awal musim dengan menjuarai Jateng Derby 2026 dan menjadi runner-up di Kelas Derby pada Triple Crown Serie 1 sebuah pencapaian langka untuk kuda berstatus Remaja.
Namun, cedera sempat menghentikan lajunya hingga harus absen di dua ajang besar. Tetapi, laga comeback-nya pada babak penyisihan Indonesia Derby 2026 langsung membuktikan kelasnya. Kana sukses memenangi Heat 1 Kelas Remaja dengan catatan waktu impresif 1 menit 58,82 detik.
Di sisi lain, Fiona of Khalim datang membawa modal konsistensi luar biasa. Sempat gagal naik podium di Jateng Derby, Fiona bangkit drastis dengan menjuarai Pertiwi Cup (Triple Crown Serie 1) dan mengamankan podium tertinggi di Kelas Remaja Triple Crown Serie 2.
Meski finis di posisi kedua saat babak penyisihan lalu, Fiona berhasil memangkas jarak secara signifikan dengan Kana menjadi hanya 0,28 detik (catatan waktu 1 menit 59,10 detik). Angka ini menjadi sinyal bahaya bahwa laga final mendatang bakal menjadi pembuktian balas dendam yang sangat terbuka.
Meski sorotan utama tertuju pada duel Kana Eclipse dan Fiona of Khalim, peta persaingan final Kelas Remaja dipastikan tidak berjalan mudah bagi kedua favorit.
Kuda-kuda tangguh seperti Miss Kimberly, Ocean Gaia, Historia Guti, dan Askara siap mengintai di garis perlombaan. Keempatnya memiliki potensi besar menghadirkan kejutan dan memanfaatkan celah jika Kana dan Fiona terlalu fokus saling mengunci taktikal balapan.
Terlepas dari siapa yang nantinya berhak mengangkat piala juara di partai puncak, performa impresif jajaran kuda Remaja sepanjang gelaran IHR 2026 memberikan pesan yang sangat jelas.
Generasi kuda usia tiga tahun saat ini memiliki kualitas yang semakin merata dan siap menjadi tulang punggung persaingan papan atas olahraga berkuda Indonesia di musim-musim mendatang.








