Perayaan meriah menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Takengon ke-449 pada tahun 2026 dipastikan batal terlaksana.
Kabar mengejutkan ini dikonfirmasi melalui unggahan akun Instagram resmi @pacukude, yang menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah telah mengambil langkah resmi untuk meniadakan seluruh rangkaian kegiatan seremoni tahun ini.
Keputusan krusial tersebut tidak diambil secara mendadak, melainkan melalui hasil musyawarah mufakat yang melibatkan jajaran pimpinan daerah.
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta berbagai pemangku kepentingan terkait prioritas daerah saat ini harus dialihkan sepenuhnya untuk pemulihan wilayah.
Dengan adanya kebijakan ini, seluruh agenda tahunan yang biasanya menjadi daya tarik utama wisatawan, termasuk atraksi budaya pacuan kuda yang sangat ikonik, dipastikan tidak akan diselenggarakan.
Hal ini tentu menjadi catatan penting bagi masyarakat dan wisatawan yang telah menantikan gelaran budaya tersebut, mengingat pacuan kuda merupakan ruh dari perayaan HUT Kota Takengon setiap tahunnya.
Alasan utama di balik pembatalan ini adalah kondisi geografis dan sosial Kabupaten Aceh Tengah yang saat ini masih dalam tahap pemulihan intensif.

Daerah tersebut baru saja dilanda bencana hidrometeorologi yang menimbulkan dampak cukup signifikan, sehingga pemerintah merasa fokus pada rehabilitasi infrastruktur dan mental masyarakat jauh lebih mendesak dibandingkan mengadakan pesta rakyat.
Pihak pemerintah menegaskan bahwa langkah ini bukan merupakan keputusan sepihak dari jajaran birokrasi saja.
Melalui proses public hearing dan diskusi mendalam, pemerintah telah menyerap aspirasi dari berbagai elemen masyarakat serta tokoh-tokoh daerah.
Dialog ini bertujuan untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil selaras dengan kondisi psikologis warga yang masih berjuang untuk bangkit dari musibah alam tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata Aceh Tengah, Erwin Pratama, menjelaskan bahwa keputusan pahit ini merupakan bentuk empati kolektif terhadap para korban bencana.
Ia menekankan bahwa meskipun agenda pariwisata memiliki nilai strategis bagi ekonomi daerah, namun solidaritas kemanusiaan dan rasa senasib sepenanggungan tetap menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar oleh pemerintah kabupaten.
Melalui peniadaan rangkaian HUT Kota Takengon ini, Pemkab Aceh Tengah berharap seluruh lapisan masyarakat dapat memahami situasi darurat yang sedang dihadapi.
Pemerintah mengajak warga untuk saling bahu-membahu dan bergotong royong dalam proses pemulihan daerah agar segera pulih dan bangkit seperti sedia kala.









