Dunia olahraga berkuda Indonesia telah menapakkan kakinya pada tonggak sejarah baru.
Setelah melalui proses seleksi ketat dan secara resmi mengumumkan pembentukan Tim Nasional Tent Pegging Indonesia yang pertama pada Desember tahun lalu, Timnas Tent Pegging akhirnya melakoni debut perdananya di ajang ITPF World Cup Qualifier yang berlangsung pada akhir Januari 2026 lalu di Yordania.
Sejarah Tent Pegging
Mengenal lebih dekat disiplin ini, Tent Pegging merupakan olahraga berkuda bersenjata yang memiliki akar sejarah kuat, yakni berasal dari latihan militer pasukan kavaleri sejak abad ke-4 SM.
Disitat dari akun Instagram, @HBA Pordasi, olahraga yang populer di anak benua India pada abad pertengahan ini awalnya digunakan untuk melatih ketangkasan prajurit dalam menggunakan tombak dan pedang dari atas kuda untuk merobohkan tenda musuh.
Kini, tradisi militer tersebut telah bertransformasi menjadi olahraga ketangkasan global yang sangat bergengsi.
Sesuai dengan sejarahnya yang lekat dengan kavaleri, profil atlet yang terpilih merupakan kombinasi antara bakat sipil terbaik dan unsur militer.
Profil Tim Nasional Indonesia
Skuad perdana Timnas Indonesia diketahui diperkuat oleh lima personel pilihan, yakni Alan Pratama, Kenzie Alkautsar, Abdurrahman, Muhammad S. Syahada, serta seorang perwira kavaleri, Letda Kav Yosua Nicholas P.U. Sitorus, S.Tr.Han.
Kehadiran Letda Kav Yosua tentu membawa aura disiplin militer yang kental, sementara atlet lainnya merupakan talenta muda yang telah teruji ketangkasannya dalam menggunakan senjata di atas kuda dengan kecepatan tinggi.
Para atlet ini dipilih bukan tanpa alasan, mereka harus memiliki presisi tinggi dalam menusuk dan mengangkat sasaran kecil di tanah menggunakan tombak atau pedang saat kuda dipacu kencang.
Sosok seperti Alan Pratama dan rekan-rekannya diharapkan menjadi wajah baru bagi olahraga Horseback Archery Indonesia yang lebih dinamis.
Langkah strategis selanjutnya bagi Timnas ini adalah menciptakan sistem pembinaan yang lebih terukur dan berkelanjutan.
PORDASI berkomitmen agar penetapan timnas pertama ini menjadi tonggak penting dalam sejarah olahraga berkuda nasional.
Sementara visi jangka panjang Tim Nasional Indonesia, tentu membawa merah putih berkibar di berbagai kejuaraan dunia Tent Pegging.
Keikutsertaan dalam turnamen internasional lainnya akan menjadi agenda utama setelah proses pelatihan di Denkavkud dianggap mencapai standar yang diinginkan.









