Hub Equestrian Championship 2026 resmi menjadi pembuka musim ajang kompetisi berkuda di Tanah Air.
Masuk dalam kalender resmi Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI), ajang ini menegaskan komitmen Hub Indonesia dalam menghadirkan kompetisi yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga terstruktur sebagai bagian dari pengembangan olahraga berkuda Nasional.
Sejak hari pertama, antusiasme peserta langsung terasa.
Berdasarkan data panitia, tercatat sekitar 1.200 hingga 1.300 entri yang melibatkan lebih dari 310 ekor kuda. Total ada sekitar 50 klub berkuda yang mayoritas dari Pulau Jawa akan berlaga dalam kompetisi ini.
Melonjaknya partisipasi ini menunjukkan bahwa musim 2026 dibuka dengan semangat besar, sekaligus menjadi indikator meningkatnya kualitas dan kesiapan komunitas berkuda nasional.
Besarnya jumlah peserta tersebut berbanding lurus dengan kualitas pertandingan yang tersaji.
Kejuaraan ini mempertandingkan dua disiplin utama; Showjumping dan Dressage.
Pada Showjumping, kelas yang dipertandingkan dimulai dari level pemula hingga level lanjutan dengan ketinggian 120–130 cm.
Sementara itu, pada Dressage, berbagai kelas digelar termasuk kategori Advanced yang menuntut presisi gerak, keharmonisan, serta konsentrasi tinggi antara rider dan kuda.
Struktur kompetisi itu juga diperkuat dengan pembagian kategori usia yang sistematis, mulai dari U14, U16, U18, U21 hingga kategori Open.
Skema ini dirancang untuk memastikan pembinaan berjalan secara bertahap.
Dengan demikian, ajang ini tidak hanya menjadi arena perebutan medali, tetapi juga wadah pembentukan mental tanding bagi atlet muda menuju level senior.
Di tengah sengitnya persaingan para rider, sejumlah nama turut mencuri perhatian. Salah satunya, Arserl Rizki Brayudha dari Aragon Equestrian Sport.
Arserl tampil impresif dengan meraih dua medali emas di kelas tertinggi Showjumping 120–125 cm dan 120–130 cm.
Di arena Dressage, Kayla Ruqaya menunjukkan dominasi dengan merebut emas di kelas Advanced Open.
Secara keseluruhan, Aragon Equestrian Sport menjadi salah satu tim paling konsisten dan tampil dominan sepanjang kejuaraan.
Ketua Panitia HUB Equestrian Championship 2026, Jupri Mardi, dalam rilis resminya menegaskan kompetisi ini memang dipersiapkan sebagai tolok ukur kesiapan atlet berkuda menuju event besar lainnya, dengan cara menciptakan atmosfer pertandingan yang profesional serta mendekati standar internasional.
Pernyataan tersebut selaras dengan konsep penyelenggaraan yang dirancang matang sejak awal.
Atmosfer profesional itu semakin terasa dengan hadirnya Night Competition yang dimulai pada pukul 19.30 WIB.
Pertandingan yang berlangsung pada malam hari ini tidak hanya menjadi daya tarik. Namun juga menjadi simulasi penting menjelang Ramadhan Cup yang dijadwalkan pada 7–8 Maret 2026 mendatang.
Tribun yang dipadati penonton sejak hari pertama membuktikan bahwa olahraga berkuda kian mendapat tempat.
Hub Equestrian Championship 2026 bukan hanya sekadar turnamen pembuka musim. Ajang ini menjadi gambaran perkembangan olahraga berkuda Indonesia yang diharapkan semakin matang, profesional, dan siap melangkah ke kancah Internasional.









