Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Baharkam Polri terus melakukan inovasi dalam sistem pelatihannya. Salah satu langkah modernisasi tersebut adalah penggunaan simulator kuda canggih, yang kerap disebut sebagai simulator Turangga.
Lokasi fasilitas ini berada di Markas Den Turangga, kawasan Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
Keberadaan simulator ini menjadi bukti bahwa unit kepolisian berkuda tidak hanya mengandalkan metode konvensional, namun juga memanfaatkan teknologi modern untuk meningkatkan profesionalisme.
Kasubdit Pelacakan dan Penangkalan (Cakkal) Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri Kombes Gatot Aris Purbaya alias Garis lewat unggahan di Instagram miliknya menyebutkan fasilitas ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan personel sebelum personel Polri telah mahir menunggangi kuda saat bertugas di lapangan.
“Sebelum ke kuda beneran, ya diharapkan kita (personel) harus sudah mahir dulu di simulator ini,” ujarnya dikutip pada Sabtu (7/3/2026).
Simulator tersebut dirancang untuk membantu anggota memahami teknik dasar berkuda dengan pendekatan yang lebih aman dan terkontrol, terutama bagi personel baru yang masih dalam tahap adaptasi.
Simulator yang dimiliki Ditpolsatwa pun terbilang lengkap, dari mulai Kuda Pacu hingga simulator Dressage.
“Kita memiliki simulator yang sangat lengkap, yang pertama ini untuk Kuda Pacu, yang ini Jumping, yang ini untuk Dressage,” ujarnya.

Pelatihan menggunakan simulator ini pun dibuat realistis, dan dirancang menyerupai sensasi menunggangi kuda sungguhan. Pergerakan yang dihasilkan mampu mensimulasikan ritme langkah kuda.
“Di sana lengkap layarnya, dia (layar) menunjukkan kecepatan, kita kendalikan pakai tali, jadi kalau naik ini (simulator) dijamin (mirip), (cocok) untuk pertandingan dan segala macam,” pungkasnya.
Dalam pelatihan dasar, alat ini digunakan untuk melatih posisi duduk (seat), keseimbangan, serta teknik berkuda secara presisi.
Dengan menggunakan simulator, anggota dapat memusatkan perhatian sepenuhnya pada postur tubuh dan koordinasi gerak tanpa harus mengendalikan kuda hidup yang memiliki respons alami dan tidak selalu dapat diprediksi.
Keunggulan lain dari simulator ini adalah kemampuannya membantu membangun muscle memory.
Gerakan berulang yang dilatih melalui alat tersebut membuat tubuh personel terbiasa dengan ritme dan pola gerak berkuda.
Hal ini dinilai penting untuk menunjang stabilitas saat menghadapi situasi pengamanan yang membutuhkan ketenangan dan kontrol penuh.
Melalui penggunaan simulator kuda canggih ini, Ditpolsatwa menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan keterampilan teknis dan kesiapan personel Turangga.
Modernisasi pelatihan diharapkan mampu memperkuat kemampuan pengamanan berbasis kuda, sekaligus menjaga standar keselamatan baik bagi anggota maupun satwa yang menjadi mitra tugas di lapangan.









