Menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2026 yang jatuh pada tanggal 17 Februari mendatang, tak lengkap rasanya jika kita tak mengetahui makna Kuda Api yang menjadi simbol pada tahun ini.
Imlek sendiri sudah dirayakan sejak ribuan tahun silam oleh masyarakat Tionghoa.
Pada penanggalan kalender khusus Tionghoa, Tahun Baru Imlek dirayakan setiap tanggal 1 di tahun yang baru, sedangkan akhir perayaan Imlek tersebut ada di pertengahan bulan pada saat bulan purnama atau tanggal 15, perayaan tersebut dikenal dengan nama Cap Go Meh.
Bagi masyarakat Tionghoa perayaan Imlek tentu bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momen yang sarat akan makna budaya, spiritual, serta simbolisme yang kuat.
Mengutip UNESA dalam artikelnya, tahun ini dikenal sebagai Tahun Kuda Api, kombinasi langka antara shio Kuda dan elemen Api (丙午 / Bǐng Wǔ) dalam kalender Tionghoa yang dipercaya membawa energi dinamis, keberanian, serta peluang perubahan besar.
Makna Shio Kuda Api dalam Tradisi Tionghoa
Dalam sistem zodiak Tionghoa, setiap tahun dikaitkan dengan satu dari dua belas shio dan lima elemen utama, yaitu Kayu, Api, Tanah, Logam, dan Air. Tahun 2026 merupakan Tahun Kuda Api, sebuah kombinasi yang hanya terjadi sekali dalam siklus 60 tahun.
Secara filosofis, kuda sendiri merepresentasikan kebebasan, energi, dan pergerakan, sedangkan Api melambangkan gairah, kreativitas, dan transformasi. Gabungan keduanya dipandang sebagai simbol semangat maju, munculnya ide-ide baru, serta peluang untuk melakukan perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan.
Asal Usul Shio Kuda
Kuda adalah shio ketujuh dari total dua belas hewan. Tahun Kuda meliputi 1918, 1930, 1942, 1954, 1966, 1978, 1990, 2002, 2014, 2026, dan seterusnya.
Menurut legenda yang dikutip dari berbagai sumber terbentuknya shio dari kedua belas hewan yakni Tikus, Kerbau, Harimau, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing dan Babi bermula untuk menentukan siapa yang menjadi pemimpin dalam siklus pertahunan.
Siapapun yang dapat menyeberangi sungai akan mendapat giliran pertama, dan sisanya akan mengikuti urutan sesuai dengan kedatangan mereka.
Kuda yang saat itu datang dengan seekor ular yang melilit kakinya. Harus rela berada di tempat ketujuh, kuda yang tampak takut kepada ular harus mundur sejenak, sehingga ular mendapat tempat keenam dalam urutan shio.












